Jul 17, 2021

5 Rekomendasi Film Pendek yang Bisa Kamu Tonton di Youtube


Terinspirasi dari teman saya yang menanyakan rekomendasi film kok jadi pengen nulis soal rekomendasi beberapa film pendek. Selain durasinya yang tidak terlalu panjang, film ini juga bisa kamu tonton langsung di Youtube.

Lumayan buat hiburan kan, hehe.

Baiklah, tanpa basa-basi lagi saya mulai untuk rekomendasi film pendeknya. Btw, selain Tilik ya karena Tilik saya rasa sudah booming dan banyak yang tahu. Ok Lanjut, berikut rekomendasinya!

We


We bercerita mengenai Adin (Rachel Amanda), Bapaknya Amanda (Teuku Rifnu Wikana) dan Ibunya Amanda (Riny Hamid) yang tengah menunggu pengumuman Adin untuk masuk ke universitas. Saat dinyatakan lolos, orang tua Adin justru merasa campur aduk antara sedih dan bahagia. Film ini minim dialog namun semuanya tergambar dari raut wajah masing-masing pemeran. Apalagi peran Teuku Rifnu Wikana ini, menjiwai sekali. Btw, siapin tisu sebelum kamu nonton L

Turut Berdukacita


Turut berdukacita bercerita mengenai seorang anak perempuan yang baru saja kehilangan ayahnya. Ditengah suasana duka, ia pun harus menanggapi pertanyaan para pelayat mengenai kematian ayahnya. Pertanyaan pelayat yang datang ternyata hampir sama semuanya. Tidak hanya itu, para pelayat juga menanggapi jawaban anak perempuan yang tengah berduka itu.

Asa

Asa bercerita mengenai anak SMA bernama Shinta yang dihamili dan ditinggalkan pacarnya. Usut punya usut, ternyata pacarnya sudah memiliki istri dan anak. Tidak hanya itu, video persetubuhan Shinta juga tersebarluas di Facebook sehingga ia harus dikeluarkan dari sekolah. Orang tua Shinta pun terpukul tapi akhirnya mereka harus menerima cobaan tersebut. Jujur, film ini membuat saya sedih sekali. Apalagi kondisi Bapaknya Shinta juga sakit. Kamu bisa siapin tisu sebelum nonton film ini. Mengandung bawang L

Unbaedah


Unbaedah bercerita mengenai Baedah (pemeran Bu Tejo/Siti Fauziah) yang suka korupsi makanan. Masih memiliki karakter yang sama dengan Bu Tejo. Bu Baedah digambarkan juga tukang nyinyir dan suka ngambil berkat double. Berkat ini kalau seperti makanan yang diberikan ketika selesai hajatan atau slamatan di rumah orang lain. Nonton film ini campur ngakak dan terhibur sekali. Kamu bisa langsung nonton di Youtube untuk melihat bu Tejo versi Baedah, hehe.

Grave Torture


Grave torture buat saya ini film pendek horror pertama yang saya tonton dan seremnya masih terasa. Btw, film ini disutradarai oleh Joko Anwar yang juga sutradara film Perempuan Tanah Jahanam dan Pengabdi Setan. Itu serem sekali huaaa. Oiya, film grave torture ini bercerita mengenai kehidupan setelah kematian. Penasaram bagaimana filmnya? Langsung saja nonton di youtube. Nontonya malam aja biar lebih creepy. Hehe,

Nah, itu dia 5 (sebenarnya ada banyak tapi saya pilih 5 aja, wkwkw) rekomendasi film pendek versi saya yang bisa kamu tonton di youtube. Kamu sendiri sudah pernah nonton yang mana nih?

Jul 16, 2021

Curhatan Fresh Graduate Era Corona

Photo by Jasmine Coro on Unsplash


“Sudah lulus ya, Latifa?”

“Sudah kok”

“Wah, sudah kerja dimana?”

(kena mental), hehehe.

Pertengahan Juni lalu saya sudah melaksanakan Yudisium dan menerima Surat Keterangan Lulus sehingga dapat dinyatakan bahwa saya memang benar-benar sudah lulus. Namun ijazah saya masih dalam proses dan wisuda juga belum dilaksanakan.

Sebelumnya wisuda saya dijadwalkan tanggal 3 Juli tetapi mendadak ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Jadi ya beginilah, sekarang saya masih nunggu ijabsah ijazah dan menimbang rencana saya kedepannya seperti apa.

Selama 3 mingguan ini banyak hal yang saya pikirkan terutama mengenai hal tersebut. Apakah saya daftar beasiswa kemudian lanjut S2 atau saya langsung kerja sesuai jurusan saya atau hal yang lainnya. Tapi, yang jelas saya harus punya rencana.

Iya, R E N C A N A.

“Kalau kamu gagal merencanakan berarti kamu merencanakan kegagalan”

Saya lupa ini quotesnya siapa :(

Btw, sudah 3x saya bolos di 1m1c wkwkw. Baru kali ini sih, tapi selama itu saya ya nggak hanya mengisi hari dengan mikirin rencana saya tapi juga saya isi dengan melakukan hal yang menyenangkan. Anggap saja self-reward setelah menyelesaikan kuliah selama 4 tahun ini.

Saya sendiri menghabiskan waktu untuk menonton film yang sebelumnya ingin sekali saya tonton. Diantaranya Detective Chinatown 1-3, Avatar: The Legend of Korra, Invisible Guest, Your Name, Weathering With You dan masih banyak lagi. Saya benar-benar memasuki mode Avatar nyaman.

Tapi hal ini tidaklah lama. 

Lama-lama bosan dan mempertanyakan “setelah ini apa?”

Lalu berpikirlah saya mengenai kerja atau lanjut S2.

Terus terang saya sangat bimbang menentukannya tapi katanya mbak Najwa itu “Kalau bisa keduanya, kenapa harus memilih”. Ya tapi ada tapinya buat saya.

Rasanya saya selalu ingin menemukan alasan alias “why” saya memilih kerja atau “why” saya memilih lanjut S2. Keduanya pasti memiliki plus dan minusnya sendiri dan saya harus menerimanya. Misalnya, memilih kerja karena akan dapat memberikan pengalaman dan bisa mengimplementasikan ilmu yang telah didapat. Jadi, bukan hanya teori tapi langsung praktik. Sedangkan jika lanjut S2 bisa memperdalam ilmu yang telah diperoleh.

Jika saya memilih kerja berarti saya harus mempersiapkan persyaratan dan skill yang dibutuhkan. Sedangkan jika saya memilih daftar beasiswa kemudian lanjut S2 itu berarti saya juga harus mempersiapkan segala persyaratannya.

Wahhh, lama-lama pusing juga. Tapi, cepat atau lambat hal ini harus saya putuskan karena pendaftaran beasiswa segera dibuka.

Kalau kamu tim pilih bekerja atau lanjut S2 nih??

Jun 15, 2021

The STIC Framework: Belajar Jadi Lebih Efektif


Avel Chuklanov on Unsplash

Metode STIC?
Belum lama saya mengetahui metode belajar efektif ini. Btw, STIC ini dipopulerkan oleh AliAbdaal, seorang youtuber, podcaster dan dokter lulusan Cambridge University.

Bicara soal belajar efektif adalah impian semua pelajar. Kalau ditanya bagaimana metode belajar saya paling ya saya jawab dengan mengajarkan kembali materi ke orang lain. Karena sejauh ini, ya inilah yang efektif untuk saya.

Sayangnya saya berhenti disitu, saya tidak mengulik lagi metode apa di luar sana yang bisa saya coba. Sampai akhirnya menemukan metode STIC ini. Jadi, tunggu apalagi ayo kita pelajari metode ini bersama.

STIC terdiri dari 4 komponen yang dapat kita lakukan untuk belajar hal apapun. Berikut penjelasannya dimulai dari testing.

Testing

Test atau melakukan pengujian untuk diri kita sendiri. Pengujian ini untuk mengetahui seberapa jauh yang kita bisa kerjakan atau ketahui mengenai suatu materi.

Caranya dengan mengerjakan soal atau test mengenai materi. Misalnya, jika saya ingin belajar toefl maka saya coba untuk test toefl atau soal toefl. Kemudian analisis bagian mana yang salah dan benar lalu belajar dari hasil tersebut.

Kita biasanya menyebutnya pre test. Namun kita juga bisa melakukan post test setelah belajar. Jadi pre test dan post test.

Spacing

Mudahnya kita memberikan jarak setiap mempelajari materi agar materi yang kita pelajari tidak masuk ke memori jangka pendek. Caranya dengan memadukan pelajaran misalnya sehari belajar A dan B kemudian melakukan review. Bukan sehari hanya belajar A saja. Dengan demikian kita perlu membuat jadwal yang cocok untuk diri kita.

Categorizing

Metode ini dilakukan dengan mengkategorikan suatu hal. Mungkin ini tidak asing lagi. Misalnya kategori tumbuhan monokotil dan dikotil lalu perbedaannya apa atau ciri khasnya apa.

Kategorisasi ini membuat kita mudah mengingat materi karena kecenderungan otak untuk mengelompokkan dan mengkategorikan informasi.

Caranya dapat kita lakukan dengan membuat bagan atau mind mapping.

Interleaving

Interleaving ini dilakukan dengan mengerjakan soal latihan yang memuat materi yang berbeda. Misalnya dalam soal TOEFL tidak hanya yang bagian listening tapi juga structure dan reading.

Perbedaan jenis soal dan materi ini akan membuat kita menyelesaikan soal dengan cara yang berbeda dan memembuat nilai jadi lebih baik. Memang terlihat sulit namun waktu yang kita gunakan sangat produktif dengan mengerjakan hal tersebut.

Nah, sekian dulu untuk pembahasan metode STIC ini. Gambaran utamanya adalah mengerjakan latihan soal sebelum belajar, memberikan jarak  setelah belajar, melakukan pengelompokkan dan mengerjakan latihan soal dari berbagai topik. Sekian, selamat mencoba.

Sumber: https://aliabdaal.com/stic-framework/

# BelajarApaHariIni

Jun 12, 2021

Cara Membuat Judul Penelitian

 

Photo by Olia Gozha on Unsplash

Setelah ke dari topik penelitian selanjutnya kita ke pembuatan judul. Pembuatan judul ini hanya akan saya jelaskan dalam kualitatif dan kuantitatif. Oiya, untuk kualitatif dan kuantitatif ini akan kamu pelajari di matakuliah metodologi penelitian di semester 5/6-an. Jadi pahami betuk saat mata kuliah tersebut karena menjadi bekal dalam pembuatan skripsi.

Kualitatif

Apa yang kamu pikirkan soal kualitatif?

Wawancara? Observasi? Atau kalimat yang banyak sekali? Hehe

Kualitatif pada dasarnya berorientasi dalam menjelaskan suatu fenomena secara mendalam dan membangun sebuah teori. Pada judul terkadang hanya terdiri dari 1 variabel saja.

Misalnya:

Analisis Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA di MTs N 1 Sarangan

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Berpikir Kritis di SMP N 1 Sarangan

Kuantiatif

Kalau kuantitaif? Apa yang kamu pikirkan?

Statistik? SPSS? Minitab ? atau angka-angka?

Kuantiatif berorientasi pada menguji sebuah teori, deskripsi statistik data, menjelaskan hubungan atau pengaruh antar variabel.

Pada kuantitatif, minimal kita harus membandingkan/mengukur 2 variabel. Bisanya identik dengan kata pengaruh, korelasi atau efektivitas.

Misalnya,

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis STEM terhadap Kemampuan Literasi Sains di MTs N 1 Sarangan

Hubungan Kemampuan Berpikir Analitis dan Berpikir Kritis di SMP N 1 Sarangan

Efektivitas Model Pembelajaran SETS terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Tema Pencemaran Lingkungan di MTs N 2 Sarangan

Sedikit pembahasan mengenai variabel jadi variabel itu objek atau fokus dalam penelitian.

Coba kita analisis judul ini Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis STEM terhadap Kemampuan Literasi Sains di MTs N 1 Sarangan.

Pada judul ini terhadap 2 variabel yaitu model pembelajaran berbasis STEM dan Kemampuan Literasi Sains.

Variabel X : Model Pembelajaran berbasis STEM

Variabel Y : Kemampuan Literasi Sains

Variabel X adalah variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi, sedangkan variabel Y adalah variabel terikat atau yang dipengaruhi.

Nah, begitulah cara membuat judul penelitian. Coba saja belajar membuat judul kemudian konsultasikan ke teman atau kating atau dosen kamu. Good luck!