Jun 15, 2021

The STIC Framework: Belajar Jadi Lebih Efektif


Avel Chuklanov on Unsplash

Metode STIC?
Belum lama saya mengetahui metode belajar efektif ini. Btw, STIC ini dipopulerkan oleh AliAbdaal, seorang youtuber, podcaster dan dokter lulusan Cambridge University.

Bicara soal belajar efektif adalah impian semua pelajar. Kalau ditanya bagaimana metode belajar saya paling ya saya jawab dengan mengajarkan kembali materi ke orang lain. Karena sejauh ini, ya inilah yang efektif untuk saya.

Sayangnya saya berhenti disitu, saya tidak mengulik lagi metode apa di luar sana yang bisa saya coba. Sampai akhirnya menemukan metode STIC ini. Jadi, tunggu apalagi ayo kita pelajari metode ini bersama.

STIC terdiri dari 4 komponen yang dapat kita lakukan untuk belajar hal apapun. Berikut penjelasannya dimulai dari testing.

Testing

Test atau melakukan pengujian untuk diri kita sendiri. Pengujian ini untuk mengetahui seberapa jauh yang kita bisa kerjakan atau ketahui mengenai suatu materi.

Caranya dengan mengerjakan soal atau test mengenai materi. Misalnya, jika saya ingin belajar toefl maka saya coba untuk test toefl atau soal toefl. Kemudian analisis bagian mana yang salah dan benar lalu belajar dari hasil tersebut.

Kita biasanya menyebutnya pre test. Namun kita juga bisa melakukan post test setelah belajar. Jadi pre test dan post test.

Spacing

Mudahnya kita memberikan jarak setiap mempelajari materi agar materi yang kita pelajari tidak masuk ke memori jangka pendek. Caranya dengan memadukan pelajaran misalnya sehari belajar A dan B kemudian melakukan review. Bukan sehari hanya belajar A saja. Dengan demikian kita perlu membuat jadwal yang cocok untuk diri kita.

Categorizing

Metode ini dilakukan dengan mengkategorikan suatu hal. Mungkin ini tidak asing lagi. Misalnya kategori tumbuhan monokotil dan dikotil lalu perbedaannya apa atau ciri khasnya apa.

Kategorisasi ini membuat kita mudah mengingat materi karena kecenderungan otak untuk mengelompokkan dan mengkategorikan informasi.

Caranya dapat kita lakukan dengan membuat bagan atau mind mapping.

Interleaving

Interleaving ini dilakukan dengan mengerjakan soal latihan yang memuat materi yang berbeda. Misalnya dalam soal TOEFL tidak hanya yang bagian listening tapi juga structure dan reading.

Perbedaan jenis soal dan materi ini akan membuat kita menyelesaikan soal dengan cara yang berbeda dan memembuat nilai jadi lebih baik. Memang terlihat sulit namun waktu yang kita gunakan sangat produktif dengan mengerjakan hal tersebut.

Nah, sekian dulu untuk pembahasan metode STIC ini. Gambaran utamanya adalah mengerjakan latihan soal sebelum belajar, memberikan jarak  setelah belajar, melakukan pengelompokkan dan mengerjakan latihan soal dari berbagai topik. Sekian, selamat mencoba.

Sumber: https://aliabdaal.com/stic-framework/

# BelajarApaHariIni

May 27, 2021

Aturan 2 Menit


Photo from Pexels

Pernah nggak sih kamu merasa malas mengerjakan sesuatu? 

Kamu ingin sekali menunda-nunda tugas tersebut. Alasannya karena terlihat sulit, banyak atau merasa tidak mampu mengerjakannya. 

Padahal kamu tidak tahu bagaimana tugas itu. Kamu belum memulainya. 

Salah satu teknik yang bisa kamu gunakan adalah "Aturan 2 Menit".

Aturan dua menit digagas oleh David Allen dalam bukunya Getting Things Done yang menyatakan bahwa,

"Saat kamu memulai kebiasaan baru, hanya perlu waktu kurang dari dua menit untuk melakukannya"

Kalau kegiatannya <2 menit, kita bisa melakukannya sekarang

Kalau kegiatannya >2 menit, kita bisa memulainya sampai waktu 2 menit kemudian memutuskan untuk lenjut melakukannya atau berhenti. 

Aturan 2 menit ini seperti menjadi tipuan bagi diri kita. Kita tahu bahwa sebenarnya kita butuh lebih dari 2 menit namun menggunakan 2 menit untuk segera memulainya. 

Penerapan aturan 2 menit bisa kita lakukan seperti halnya, 

• Membaca 1 buku => membaca 1 halaman setiap malam

• Mengerjakan tugas => Membuka catatan tugas

Pada intinya, kita mempemudah diri kita untuk memulai suatu kebiasaan atau saat mengerjakan tugas agar tidak menunda-nunda. 

Selain itu, sebagian orang terkadang fokus dengan tujuan akhir bukannya hasil setiap prosesnya. Membaca satu halaman tentunya lebih baik daripada tidak sama sekali. Menulis satu halaman sesuatu tentu lebih baik dibandingkan tidak sama sekali. 

Aturan 2 menit ini sepertinya cukup ampuh untuk mengurangi kebiasaan menunda

May 17, 2021

Teknik Feynman: Belajar dengan Mengajar

 

Photo from Pexels

Pagi ini saya nemuin hal menarik di Deeptash. Kalau kamu belum tahu Deeptash, jadi Deeptash itu sebuah aplikasi yang merangkum artikel-artikel yang memberikan banyak insight (artikel dalam bahasa inggris). 

Rangkuman tersebut juga dikaitkan dengan artikel asli dari websitenya sehingga kita bisa juga baca artikel secara lengkap. 

Topik yang ada pada Deeptash juga banyak. Mulai self improvement, problem solving, psikologi, leadership dan masih banyak lagi. Kamu bisa download aplikasinya di Playstore dan lihat sendiri ya, hehe~

Oiya, topik yang membuat saya tertarik hari ini adalah Teknik Feynman. Sebuah metode belajar yang digagas oleh Richard Feynman. Beliau adalah seorang ahli fisika dan penerima nobel di bidang Elektrodinamika. 

Selain itu, beliau juga mendapatkan sebutan "The Great Explainer", karena kemampuan beliau dalam menjelaskan konsep dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh orang lain. 

If you can’t explain it simply, then you don’t understand it well enough.  – Albert Einstein

Teknik Feynman adalah sebuah metode untuk mempelajari sesuatu dengan cara menjelaskannya kepada orang lain menggunakan bahasa yang sederhana. Lantas, bagaimana cara menerapkannya? 

Teknik ini terbagi menjadi 4 tahapyaitu sebagai berikut. 

 1. Ambillah selembar kertas kemudian tulis sebuah konsep dan penjelasannya. Konsep ini bisa berlaku dalam berbagai bidang, mulai sains, matematika, sejarah dan masih banyak lagi. 

 2. Jelaskan materi secara sederhana atau dengan bahasa kita sendiri. Penjelasan ini bisa dilakukan ke orang lain atau setidaknya berpura-pura menjelaskannya. 

 3. Identifikasi bagian yang sulit kemudian pelajari kembali. Tinjaulah kembali materi mana yang kurang dipahami kemudian pelajari ulang dari sumbernya. 

 4. Perhatikan istilah yang kompleks lalu jelaskan secara sederhana. Istilah yang kurang dimengerti bisa kita sederhanakan sesuai bahasa sendiri. Pastikan orang lain juga memahami. 

Teknik Feynman ini membuat kita belajar untuk menjelaskan kembali apa saja yang kita pelajari, sejauh mana kita memahami dan bagaimana cara kita memahamkan orang lain. 

Kita tidak hanya belajar materi tertentu tapi kita juga membuat orang lain belajar mengenai materi yang kita pelajari, karena kita mengajarkannya kepada orang tersebut. 

Salah satu contohnya ya yang saya lakukan ini. Saya mengajarkan (menjelaskan ulang) materi mengenai teknik feynman kepada pembaca. 

Saya juga masih belajar menerapkan teknik feynman ini, terutama dalam menulis untuk blog. Semoga kedepannya saya bisa terus menjelaskan materi lain, hehe~

Any intelligent fool can make things bigger, more complex, and more violent. It takes a touch of genius—and a lot of courage—to move in the opposite direction. —E.F. Schumacher


Mar 20, 2021

The Ten Minute Rule

Pinterest


Hari ini saya nemuin insight baru mengenai produktivitas yaitu Aturan 10 Menit. 

Aturan 10 menit adalah kiat yang bisa kita lakukan untuk memulai pekerjaan. Caranya bisa kita terapkan dengan mengatakan ke diri sendiri "Aku akan mengerjakan tugas ini selama 10 menit". Kemudian, lakukan. 

Jangan mengatakan hal yang berlebihan kepada diri sendiri seperti "Aku mau ngerjain skripsi 1 bab hari ini". Ganti aja dengan kalimat "Aku mau mengerjakan 1 paragraf".

Aturan 10 menit membuat kita fokus dengan proses, bukan hasil. Selain itu, kita juga tergerak memulai dengan adanya waktu 10 menit (seperti tidak lama ) 

Eh, tapi kenapa 10 menit? 

Karena setelah kita melakukan 10 menit kemungkinan besar kita akan melanjutkan pekerjaan kita. Jadi, kita bisa menggunakan aturan 10 menit ini untuk memulai sesuatu dan berhenti menunda. 


Mar 18, 2021

Eisenhower Box

Salah satu strategi yang bisa kita gunakan untuk lebih produktif adalah menggunakan Eisenhower Box.

Eisenhower adalah presiden Amerika Serikat ke-34. Sebelumnya beliau adalah seorang jenderal bintang lima Angkatan Darat dengan jabatan panglima tertinggi.

Eisenhower memiliki berbagai strategi untuk mempertahankan produktivitasnya dan yang paling terkenal adalah Eisenhower Box.

Eisenhower box ini sebuah matrik keputusan tindakan yang terbagi menjadi 4.

1. Mendesak dan penting (segera dikerjakan)
2. Penting tapi tidak mendesak (bisa dijadwalkan)
3. Mendesak tapi tidak penting (didelegasikan)
4. Tidak mendesak dan tidak penting (dihilangkan)


Todoist


Empat hal ini memudahkan kita untuk merencanakan produktivitas setiap hari dan mengetahui apa saja yang akan kita lakukan.


Mar 16, 2021

Cognitif Bias


Pinterest


Pernah gak sih kamu beli sesuatu padahal kamu tidak butuh?

Kamu hanya tertarik dengan diskonnya.

Hal seperti ini merupakan salah satu dampak dari bias kognitif dengan jenis Attentional bias atau bias perhatian.

Bias Kognitif diperkenalkan oleh seorang peneliti yaitu Amos Tversky dan Kahnemaan pada tahun 1972.

Sejak itulah penelitian bias kognitif berkembang dengan mendeskripsikan berbagai macam bias kognitif dan pengaruhnya terhadap keputusan.

Apa itu Bias Kognitif?

Salah satu definisinya yaitu sebagai berikut.

Cognitige bias is generic term of systematic errors made with regards to thought procesess amd preception which influence people's decisions.
Bias negatif merupakan kesalahan manusia dalam memproses sebuah informasi yang akhirnya akan mempengaruhi keputusan mereka.

Bias ini kerap kali digunakan untuk kepraktisan dalam memahami informasi.

Beberapa yang berkaitan dengan bias seperti memori kita dalam mengingat. Upaya kita mengingat bisa saja memiliki alasan tertentu dan membuat kita mengambil keputusan yang bias.

Apakah Sama dengan Logical Fallacy?

Tidak, Logical Fallacy atau kesalahan dalam logika berbeda dengan Bias Kognitif. Logical fallacy berorientasi pada kesalahan logis sebuah argumen, sedangkan bias kognitif berorientasi pada kesalahan pemikiran yang berkaitan dengan memori, perhatian dan kesalahan mental lainnya.

Dampak Bias Kognitif

Dampak dari bias kognitif ada positif dan negatif. Dampak negatifnya kita akan mudah menyerap informasi yang salah karena adanya bias kognitif ini.

Misalnya, teori konspirasi. Ketika kita meyakininya, kita akan mencari informasi yang membuat kita semakin yakin dengan hal tersebut.

Namun, ada juga dampak positifnya. Misalnya, ketika kita menghadapi kondisi terancam seperti merasa ada yang mengikuti di jalan padahal hanya mobil pengangkut barang kita harus membuat keputusan yang cepat. Ini penting untuk membuat kita terhindar dari kondisi bahaya.

Cara Mengatasi Bias Kognitif

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi bias kognitif ini yaitu sebagai berikut.

1. Menyadari bias kognitif, kesadaran bisa kita mulai dengan memahami diri kita sendiri. Mempertanyakannya apakah ini bias atau bukan.

2. Memperhatikan faktor, dalam mengambil keputusan kita perlu memlihat apa saja faktor yang berpengaruh terhadap keputusan kita.

Misalnya, jika kita mau beli barang A tapi apakah barang A memang kita butuhkan? Apakah budget sesuai? dll. Coba kita tanyakan lagi ke diri kita.

Bias kognitif memang sering terjadi terutama ketika kita membuat penilaian sendiri. Kadang kita merasa sudah logis namun bias kognitif ini kerap membuat kita salah dalam mengambil keputusan.

Selain berkaitan dengan keputusan sendiri, bias kognitif juga membuat kita lebih kritis dalam memahami informasi tertentu. Kita tidak bisa hanya membaca satu informasi saja namun didukung dengan informasi yang lain.

Oiya, bias kognitif ini memiliki banyak jenis. Misalnya Halo effect, Confirmation bias, Attentional bias dan masih banyak lagi.

Referensi

https://www.verywellmind.com/what-is-a-cognitive-bias-2794963

https://www.ionos.com/digitalguide/online-marketing/online-sales/what-is-a-cognitive-bias/


What is Productivity ?


Pinterest

Entah hanya saya atau kamu juga merasakan tapi pandemi ini seolah membuat kita jadi berlomba untuk produktif, melakukan ini itu yang kadang kita nggak tahu tujuannya apa. Iya, apa tujuan kita melakukannya ?

Sisi lain kita kadang terjebak dengan kutipan "Kesempatan tidak datang dua kali". Hal ini membuat kita kadang sibuk dan tidak tahu sebenarnya mengapa kita melakukannya.

Apa iya kita harus produktif setiap hari?

Tapi sebelumnya kita bahas dulu sebenarnya mengenai produktivitas.

APA ITU PRODUKTIFIVITAS?

Saya akan mengambil definisi dari James Clear penulis buku best seller "Atomic Habits".

Productivity is a measure of efficiency of a person completing a task
Produktivitas bukan soal banyaknya tugas yang kita selesaikan akan tetapi mengenai tugas penting yang selesai dan dilakukan secara konsisten.

Saya jadi inget tweet seseorang pagi ini. Begini tweetnya

Skripsi nggak harus selesai sekarang tapi yang penting memiliki progres setiap harinya
Iya juga kan ya. Saya juga mengalaminya. Saat mengerjakan skripsi kadang saya pengen cepet dan cepet selesai sekian subbab namun hasilnya kegiatan saya yang lain malah jadi berantakan. Hadeh,
CARA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

Bicara mengenai produktivitas sebenarnya saya sampai sekarang pun masih belajar dan mencoba berbagai metode yang pas untuk saya. Berikut beberapa metode yang biasanya saya terapkan

Task Oriented, Bukan Time Oriented
Sebenarnya ini tergantung cocok tidak kamu menggunakan metode ini. Tapi kalau saya lebih cocok menggunakan task oriented.

Task oriented merupakan metode mengerjakan tugas yang fokus pada tugasnya, sedangkan time oriented fokus pada waktu.

Misalnya kalau task oriented itu saya harus menguasai bab A, B dan C dalam seminggu dan waktunya bebas. Sedangkan kalau time oriented itu saya jam 08.00 s.d. 10.00 belajar bab A, 13.00 s.d. 15.00 belajar bab B begitu.

Mungkin kamu juga pernah menggunakan metode ini. Kalau belum kamu bisa mencobanya dan kamu evaluasi mana yang cocok untukmu.

Membuat To Do List
To do list merupakan sebuah daftar kegiatan atau tugas yang kamu lakukan setiap hari. Hal ini akan membuat kegiatan kita setiap hari sistematis, tahu mau ngapain dan hasilnya pun bisa kita lihat.

Kamu bisa membuatnya saat malam hari misalnya 5 tugas yang harus kamu kerjakan besok. Misalnya,

To Do List
1. Ke kampus
2. Membuat Artikel
3. Beli Buku
4. Ngeles Privat

Saya sendiri sudah mencobanya dan menurut saya efektif karena kita jadi tahu apa yang mau dilakukan dan mengurangi penundaan.

Desain Tempat Belajar

Kalau ini belum lama juga. Sebelumnya saya belajar di kamar dengan meja kecil itu tapi rasanya punggung capek dan sering sekali saya ketiduran karena kalay istirahat saya biasanya rebahan di kasur, wkwk.

Tapi sekarang tidak lagi. Biar gak ketiduran ternyata kita cukup mendesain tempat yang sesuai untuk belajar.

Kalau saya belajar hanya di meja belajar (meja tinggi). Secara tidak langsung otak merespon kalau "ini waktunya belajar". Beda kalau di kasur, otak responnya ya "ini waktunya tidur".

Mengurangi Distraksi

Terakhir yaitu mengurangi distraksi atau gangguan yang biasanya muncul saat kita melakukan tugas.

Saya sendiri biasanya adalah internet, sosial media dan handphone. Beberapa cara untuk meminimalisirnya sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya.

Namun gangguan lain seperti handphone ini biasanya saya taruh di luar kamar. Biar tidak buka hp dan fokus dengan apa yang saya kerjakan.

Untuk melatih produktivitas kita memang perlu belajar secara konsisten dan menemukan formula yang pas untuk diri kita.

Jawaban apakah harus produktif setiap hari tentunya tidak. Sepakat dengan James Clear, produktif itu melakukan hal yang penting dan rebahan pun juga penting sebab kita perlu mengistirahatkan tubuh kita. Tapi ya jangan rebahan melulu yak, hehe.