GOALS

Bukan Pacaran Biasa




“Pacar atau partner?”

Sebuah judul podcast yang saya dengarkan beberapa waktu lalu. Isinya berupa obrolan host dengan kawannya yang merubah konsep pacaran. Saya ngakak sendiri mendengar podcast ini. Pasalnya antara host dan kawannya juga menceritakan bagaimana kisah cinta mereka di masa remaja. Ya biasalah, drama-drama gitu wkwk.
“Selamat malam, sayang”
“Kok gak dibales”
(Auto ngambek sebulan)
Hal yang membuat saya tertarik dengan podcast ini adalah kata-kata “konsep pacaran” yang sepertinya kok unik banget dan belum saya jumpai, wkwk. Pada intinya kawannya si host ini merubah konsep pacaran dengan menjadikan pacar dia sebagai partner. Kalau ada masalah diomongin dan pastinya saling support dan berkembang bersama. Uwuu.

Tak berlangsung lama setelah mendengar podcast ini saya melihat story whatsapp kawan saya yang tengah launching outlet minuman bubble. Yap, minuman bubble yang seger banget itu lo. Apalagi kalau di minum pas hawanya panas dan habis pulang ngampus. Hem, yummy. Fyi, kawan saya ternyata collab sama pacarnya buat membangun bisnis ini loh. Keren kan?

Saya pun tertarik untuk mencari tahu bagaimana ide bisnis ini muncul. Hal ini saya lakukan dengan menghubungi kawan saya dan ngobrol-ngobrol menengenai awal mula bisnisnya.

Ternyata, semua berawal dari kesadaran kawan saya untuk belajar mandiri dan peduli dengan finansial. Kawan saya ingin melakukan sesuatu yang menghasilkan dan nantinya bisa dijadikan pembelajaran. Entah gagal ataupun berhasil, kawan saya sudah siap sejak awal hingga muncullah ide mengenai bisnis.

Nah, kawan saya ini kemudian menceritakan idenya ke pacarnya lalu mereka menginisiasi bisnis ini. Semua pekerjaan mengenai bisnis mereka kerjain bareng dan sambil kuliah pastinya. Entah bagaimana, kawan saya juga part time jadi tutor. Saya nggak bisa bayangin bagaimana capeknya dia mulai nyiapin buat jualan, kuliah, ngeles dan belum lagi ngerjain tugas. Eits, tapi dia bisa melaluinya (eaaa).

Btw, melihat kawan saya menginisiasi bisnis apalagi bersama pacarnya membuat saya “wah” gitu. Karena nggak semua orang pacaran seperti mereka. Beberapa kan cuman main-main doang, trus gak jelas ngapain. Tapi mereka beda, wkwk

Saya sendiri sebenarnya agak skeptis soal pacaran tapi saya punya prinsip sendiri. Semoga buat kalian yang pacaran terinspirasi dari cerita ini. Kalau buat kalian yang jomblo ya yaudah ayo nangis barenglah, haha. Ceritanya emang singkat tapi lain kali bisa saya ceritakan kembali. 

2 komentar