GOALS

Gaya Kepemimpinan



Semoga menjadi pemimpin yang bisa mengayomi anggotanya”, harap seseorang.
Setiap regenerasi organisasi dan terpilihlah seorang pemimpin akan ada ucapan seperti itu tapi realitanya ya you knowlah. Memang tidak semudah itu menjadi seorang pemimpin. Saya jadi ingat sebuah kutipan kuno Belanda yang mengatakan bahwa “leiden is lidjen” yang artinya “memimpin adalah menderita”. Kutipan ini sangat terkenal apalagi di kalangan founding fathers NKRI.
“LEIDEN IS LIDJEN”
Memimpin adalah menderita. Itu sebabnya saat berkeinginan memimpin suatu kelompok mesti kuat secara mentalitas dan kepribadian. Selain itu, pemimpin juga banyak berkorban, ikhlas dan pastinya siap membawa perubahan dari apa yang dipimpinnya.

Nah, bicara soal pemimpin maka tak lepas dari yang namanya gaya kepemimpinan. Para ahli menyatakan bahwa gaya kepemimpinan terbagi menjadi dua yaitu task oriented atau people oriented. Task oriented merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang berorientasi dengan tugas, sedangkan people orientedberorientasi pada hubungan dengan orang lain. Intinya, task oriented lebih bersifat profesional dan people oriented bersifat kekeluargaan.

Setiap pemimpin atau individu biasanya memiliki salah satu kecenderungan, task oriented atau people oriented. Terkadang hal ini juga menimbulkan beberapa konflik dan ya apa boleh buat memang dua hal ini sulit diseimbangkan.

Kedua gaya kepemimpinan ini pernah saya terapkan dan sebenarnya saya sendiri lebih ke (Task Oriented). Kecenderungan saya untuk task oriented ini seakan memang melekat dalam diri saya.. Saya terbiasa untuk mengerjakan apa yang menjadi tupoksi saya, ya kan lebih ke profesional. Hasilnya, pencapaian kegiatannya  keren tapi hubungan ke timnya yang renggang. Ya soalnya lebih fokus ke tujuan, tugas, disiplin dan action the big plan tadi.

Btw, task oriented atau people oriented ini sering banget dijadikan topik saat oprec organisasi atau saat FGD. Biasanya pertanyaannya ya seputar implementasi dari kedua gaya kepemimpinan ini dan kita diminta menanggapinya sesuai pendapat kita.

Trus bagaimana kalau people oriented ?
Gaya ini berorientasi pada hubungan dengan orang lain atau lebih ke tim dengan sifat kekeluargaan. Memakai gaya ini saya jadi lebih dekat dengan tim saya. Saya bisa tahu bagaimana dia dan kekompakan tim begitu nyata. Tapiiiiii, kalau diterapkan di tim maka timnya jadi sedikit berproses dan jalannya lambat karena orientasi lebih ke anggota, bukan pada timnya.

Sejauh ini sepertinya memang sulit untuk mengkombinasikan kedua gaya kepemimpinan ini. Kedua gaya ini memiliki sisi positif dan sisi negatif. Setiap orang punya kecenderungan ke salah satu gaya kepemimpinan. Kalau kamu cenderung ke task oriented atau people oriented? Tulis di kolom komentar ya.










0 komentar:

Post a Comment