GOALS

Iblis dan Miss Prym: Sebenarnya Manusia itu Baik atau Jahat?

Dokumentasi pribadi

Pernah terpikir gak sih kalau manusia itu sebenarnya baik atau jahat?

Hmmm, buku yang akan saya review kali ini berkaitan dengan hal tersebut. Benang merahnya berupa pergumulan baik dan buruk dalam diri manusia. Buku ini berjudul Iblis dan Miss Prym dengan judul asli The Devil and Miss Prym. Sebuah karya salah satu trilogi dari Paulo Coelho, penulis terkenal asal Brazil. Dua buku sebelumnya adalah By The River Piedra I Sat Downand Wept (1994) dan Veronica Decides to Die (1998). Saya sendiri baru tahu kalau buku Iblis dan Miss Prym ini bagian dari trilogi, hehe. Hal ini say ketahui dari pengantar buku Iblis dan  Miss Prym.

So, sebelum kita review buku mari kita ketahui dulu sinopsis dan identitas buku.

SINOPSIS BUKU

Seorang asing tiba di desa Viscos yang terpencil dengan membawa ransel berisi buku tulis dan sebelas batang emas. Dia datang mencari jawaban atas pertanyaan yang menyiksa batinnya. Apakah manusia pada dasarnya baik atau jahat? Dengan menyambut kedatangan orang asing misterius ini, seisi desa ikut terlibat dalam rencana rumitnya yang akan menandai hidup mereka selamanya.

Kisah tentang godaan oleh penulis bestseller internatisional Paulo Coelho, Iblis dan Miss Prym adalah parabel yang mengulik pemikiran, tentang masyarakat yang dikuasai keserakahan, kepengecutan dan ketakutan sementara dalam berjuang menentukan pilihan baik dan yang jahat.

IDENTITAS BUKU

Judul buku: Iblis dan Miss Prym (The Devil and Miss Prym)
Penulis: Paulo Coelho
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-979-22-9837-6
Jumlah Halaman: 256

REVIEW BUKU

Novel berjumlah 256 halaman ini secara keseluruhan membuat saya interest dan tidak menyangka jika akhirnya seperti itu, hehe. Meskipun ada beberapa bahasa yang belum saya mengerti tapi pesan dari novel ini sapat tersampaikan. Paulo Coelho menyajikan novel ini dengan dialog yang ciamik disertai beberapa kutipan. Diantaranya berikut ini.
“Ada dua hal yang mencegah kita meraih mimpi-mimpi kita: percaya bahwa mimpi-mimpi itu mustahil atau menyaksikan bagaimana putaran nasib mendadak membuat impian itu menjadi mungkin, tepat ketika kita sama sekali tidak menduganya. Disaat seperti ini segenap ketakutan kita muncul dipermukaan: takut memulai perjalanan yang membawa kita entah kemana, takut terhadap kehidupan yang penuh tantangan baru, takut selamanya akan kehilangan segala sesuatu yang akrab dengan kita.”
Menelisik konflik dalam novel ini memang rumit. Penduduk Viscos yang sudah lama hidup dalam kedamaian dan kejujuran secara mendadak dihadapkan dengan suatu pilihan yang cukup sulit. Konflik ini terjadi diantara penduduk Viscos, Miss Prym dan pria asing dan sebenarnya konflik ini juga terjadi dalam diri kita.

Paulo sepertinya tidak memetakan mana yang baik dan mana yang jahat akan tetapi semua orang terlihat baik dari luar pada dasarnya ya memiliki potensi untuk berbuat jahat. Tidak semua orang 100% baik dan begitu pula sebaliknya. Seseorang yang melakukan kejahatan itu bukan karena orang tersebut sadar berbuat jahat itu merugikan tetapi takut ada hal yang berdampak bagi kehidupannya apabila kejahatan itu ia lakukan. So, Paulo pun menyindir dalam kutipannya.

“Bukan keinginan untuk patuh pada hukum yang membuat orang berperilaku seperti yang dituntut oleh masyarakat, melainkan rasa takut pada hukuman, Kita masing-masing membawa tiang gantungan pada diri kita”

Manusia sudah semestinya memahami bahwa mereka adalah makhluk sosial yang pastinya membutuhkan orang lain. Mereka punya hak tapi hak mereka juga dibatasi oleh hak orang lain. Dengan demikian, patuh terhadap aturan adalah suatu bentuk kesadaran untuk tidak melanggar hak orang lain.

Hmm, buku yang keren dan buku lain yang saya rekomendasikan adalah Alchemist. Masih karya dari Paulo Coelho. Buat kamu yang penasaran buruan baca bukunya ya :)

0 komentar:

Post a Comment