GOALS

Jadi Gini Rasanya Mundur Teratur

Foto: unsplash

Kenapa saya anggap mundur teratur? karena memang inilah pilihan saya dan sudah saya pertimbangkan. Sebenarnya apa sih yang saya bahas dan akan saya ceritakan di blog saya? Sebelumnya tidak ada yang tahu mengenai hal ini dan menurut saya tidak perlu tahu karena toh tidak “penting”, hiks.

Tepat pertengahan bulan Maret saat saya masa UTS saya menerima kabar entah ini bahagia atau tidak tapi kabar ini sukses membuat saya tidak bisa tidur. Malam itu saya tidak sengaja membuka e-mail saya dan saat itulah saya mendapat kabar itu. Ada sebuah e-mail masuk dan menyatakan bahwa saya mendapatkan LoA untuk social project di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tak hanya LoA, saya juga mendapatkan banyak lampiran berkas yang saya perlukan untuk mengikuti acara itu.

Membuka e-mail dari panitia rasanya saya masih kaget (gak pernah kek gini oi). Apalagi e-mail ini ternyata sudah dikirim sejak akhir Februari. Rasanya kok saya ya telat banget baru tahu setelah sekitar 10 hari. Saya pun mulai membaca semua berkasa yang dikirim oleh panitia dan hal ini membuat saya semaki bingung dan bimbang. Biaya program ini sekitar 3.5 juta dan belum termasuk biaya pribadi saya untuk transportasi ke meeting point. Akan tetapi, saya pun juga menginginkan project ini, sudah lama saya ingin mengikuti dan alhamdulillahnya tahun ini saya lolos seleksi dan mendapat LoA. Namun biayalah yang menjadi kendala saya. Selain itu, pelaksanaannya pun bertepatan dengan program KPM atau KKN di kampus saya, sehingga ada 2 masalah yang saya dapat. Hadehhh. Sepanjang malam saya memikirkan hal ini sampai-sampai jam 12 malam saya baru tidur. Tapi saya sudah punya solusi, esok hari saya akan konsultasi ke dosen saya.

Keesokan harinya saya berangkat kuliah jam 8 pagi dan sudah janjian dengan dosen saya di gedung fakultas. Saya pun menemui beliau dan meminta pertimbangan dan pendapat beliau. Beliau pun memberikan masukan kepada bahwa saya disarankan untuk memilih KPM saja karena KPM sendiri saya juga mendaftar KPM bukan reguler. Selain itu, social project ini juga membutuhkan biaya yang lumayan banyak. Saya kembali ke diri saya sendiri dan benar saja memang saya belum punya cukup uang untuk membiayai program social project itu. Alhasil saya memutuskan untuk mundur, saya ikhlas dan semoga saya bisa mendapatkan kesempatan lagi.


Dari hal inilah saya belajar bahwa ya tidak semua yang kita inginkan harus kita penuhi. Terkadang kita memang mesti melihat situasi dan kondisi kita seperti apa. Selain itu, kita juga memerlukan bantuan orang lain dalam mengambil keputusan. Akan tetapi, keputusan sepenuhnya ya ditangan kita sendiri apapun hasilnya. Weh, kok jadi bijak, hehehe.

Foto: Pribadi


2 komentar