GOALS

KPM 2020: Dari Rumah Sendiri Akibat Pandemi #1

Source unsplash

dialihkan menjadi KPM-DR (dari rumah)

Itulah sepenggal kalimat yang saya kutip dari situs resmi LPPM kampus saya yang akan menyelenggarakan KPM-DR atau KPM Dari Rumah. Oiya, di kampus saya namanya KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat), sedangkan di kampus lain biasanya disebut KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 ini ternyata juga berimbas dalam KPM 2020 yang sebelumnya saya idam-idamkan bakalan menjadi momen yang seru dan tidak akan  terlupakan sepanjang saya hidup saya (duh, lebay hehe) tapi ternyata tidak seperti itu. KPM 2020 di  tahun angkatan saya ini jauh dari apa yang saya bayangkan karena diinformasikan bahwa KPM akan dilaksanakan dari rumah atau KPM-DR.

Informasi ini sontak auto viral se-khasanah dunia story whatsapp saya. Semua story isinya KPM-DR, ya meskipun belum ada edaran resmi kampus namun hal ini sudah diinstruksikan oleh Kemenag. KPM 2020 memang anti-mainstream dan ya mau bagaimana lagi karena hal ini memang sudah kebijakan dari atassss sana, hehe.

Menurut Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Bapak Suwandi sendiri menyatakan bahwa  KPM untuk PTKI dilakukan dalam dua pola yaitu KPM-DR (dari rumah) dan KPM-KS (kerja sosial). (pendis.kemenag.go.id)

Pada KPM-DR ini dilakukan dengan cara memanfaatan sosial media dan produktivitas keilmuan. Bagian memanfaatkan sosial media ini seperti pembuatan konten mengenai covid-19, membuat narasi sains dan agama, moderasi beragama, dll. Sedangkan produktivitas keilmuan berupa penulisan buku, karya tulis, opini dan tulisan yang disesuaikan dengan prodi masing-masing. Adapun untuk KKN-KS ini dilakukan dengan terlibat aktif dan pencegahan dan penanggulangan covid-19 di masyarakat. Untuk selengkapnya bisa lihat.

Terlepas dari informasi tersebut, sampai sekarang pun kampus saya belum mengeluarkan edaran resmi dan pedoman dalam melakukan KPM-DR. Namun hanya sebatas pemberitahuan bahwa KPM (seperti tahun sebelumnya) diubah menjadi KPM-DR dan peserta KPM-DR, secara teknis belum diberitahukan. Jadi, KPM online memang fiks, tinggal teknisnya saja.

Btw, saya jadi ingat salah satu artikel Mojok mengenai hal yang hilang kalau KKN itu diubah jadi KKN-online (dari rumah) yaitu, nggak bisa ngerasain cinlok pas KKN, nggak bisa ngerasain drama pas KKN dan yang terakhir adalah nggak bisa pamer foto di Instagram, hahaha.

So, bagaimanapun modifikasi KKN ditengah pendemi ini pastinya saya juga penasaran. Apakah individu atau kelompok atau bagaimana yaaa kita tunggu saja. Next, akan saya lanjutkan di postingan berikutnya. Doain KKN-nya lancar ya, hehe.

0 komentar:

Post a Comment