GOALS

Lika-Liku Perjalanan Ngeblog

Foto: unsplash

Bicara soal blog maka saya jadi ingat bagaimana saya memulai membuat blog. Motivasi utama saya dalam membuat blog adalah biar keren, yap keren karena nggak semua orang punya blog, haha. Seingat saya, blog pertama saya buat pada tahun 2018 dengan nama My Imagination. Saya pun mulai memposting tulisan yang mayoritas adalah puisi. Sebenarnya saya selalu “insecure” dengan karya saya sendiri. Tak jarang tulisan yang telah saya posting akan saya hapus kembali karena ke-insecure-an saya.

Pada akhirnya motivasi dan tujuan saya yang masih nggerambyang membuat saya kurang bersemangat dan vacum dari dunia blogging. Kejadian ini berlangsung lama sampai tahun 2019 saya kembali bersemangat untuk nge-blog. Tujuan utama saya ingin belajar menulis artikel hingga saya membuka kembali blog My Imagination dan kemudian saya ubah menjadi Latifarticle meskipun urlnya latifakata. Maksud saya merubah karena saya fokuskan dengan tujuan saya untuk niche artikel .

Saat inilah saya mulai belajar mengenai niche, template blog, widget, sedikit ngoding, memberikan link dan beberapa hal lain. Saya pun mulai membuat artikel dan mekipun kadang nulis sampai block writer saya tetap semangat. Saya punya target kalau 1 hari minimal satu artikel dan ternyata ya belum bisa, hehe. Namun artikel saya sudah cukup untuk mengisi blog saya yang tadinya banyak puisi menjadi banyak artikel. Meskipun sekitar 10 XD.

Ekspektasi saya pun begitu besar mengingat blog saya sudah hampir 1 tahun dan telah memiliki artikel. Secara iseng-iseng saya pun mencoba mendaftarkannya ke google adsense. Barangkali diterima, saya kan jadi punya banyak peluang untuk menghasilkan uang dari ngeblog. Sekitar 1 minggu saya mendapat e-mail dari google dan ternyata blog saya diterima dan sudah bisa menampilkan iklan secara otomatis. Saya senang bukan main melihat blog saya terpampang dengan artikel dan iklannya. Pokoknya seharian saya girang banget. Namun kegirangan itu tak berlangsung lama. Entah kenapa saya berada di fase yang menurut saya saya terlalu menuntut diri saya sendiri. Apalagi saat itu saya masih sibuk kuliah dan organisasi. Saya seperti tidak bisa memenuhi target yang sudah saya sepakati sendiri. Alhasil saya pun tidak bisa memenuhi target 1 hari 1 artikel karena keterbatasan waktu yang saya miliki. Blog saya pun jadi terbengkalai.

Beberapa waktu kemudian saya punya ide untuk collab bersama teman saya. Saya ingin blog saya dikelola oleh saya dan teman saya kan tetapi masalahnya nama blog ini adalah nama saya. Setelah deal saya pun mengganti nama blog saya dan ternyata adsensenya hilang, wkwk. Apakah saya menyesal? Tidak juga, karena sejak awal memang sepertinya saya terlalu ambisius untuk bisa menghasilkan pemasukan melalui blog padahal saya sendiri masih newbie dan masih banyak hal yang harus saya pelajari disamping belajar sambil praktik.

Namun demikian, sebenarnya masih ada keinginan dalam diri saya untuk bisa mendapatkan adsense namun saya coba untuk fokus ke lain dulu. Setelah blog saya ganti, saya pun menghapus blog tersebut dan tidak jadi saya kelola bersama teman saya. Tapi, dari sinilah saya dan kawan saya menginisiasi sebuah program (lain kali saya ceritakan). Intinya ada hikmah dibalik semuanya.

Liburan tahun baru saya mencoba mengumpulkan niat dan tujuan saya untuk ngeblog kembali. Saya pun blogwalking dan mencari referensi-referensi blog saya bisa saya jadikan rujukan. Kemudian saya pun membuat blog yang saya beri nama Latifa Kila. Sebuah personal blog, bebas bercerita, ngomong apa saja dan pastinya saya persiapkan sebaik-baiknya. Masa-masa saya berproses ngeblog (saat masih Latifarticle), saya mengenal template blog, bagaimana memasangnya, menambahkan widget dan hal itu pun saya terapkan saat membangun personal blog saya. Semua telah siap dan saya siap menulis sesuai dengan keinginan saya.


Perjalanan saya ngeblog ini membuat saya paham bahwa saya harus nyaman dan menjadikan menulis sebagai hal yang menyenangkan. Saya bisa menulis apa saja dan kapan saja. Seperti saat saya nulis tulisan ini, semua mengalir begitu saja. Saya senang seperti ini. Saya memahami bahwa menulis memang butuh proses dan konsisten memang perlu belajar. Doakan saya semoga terus menulis karena menulis sama halnya dengan mengabadikan, hehe.

0 komentar:

Post a Comment