GOALS

Penelitian Kualitatif: Pengertian, Ciri-Ciri dan Jenis



Halo, selamat malam teman-teman. Kali ini saya akan mereview materi mengenai penelitian kualitatif. Materi ini saya dapatkan saat saya semester 6 dengan nama mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif. Berikut ulasannya,
Apa itu penelitian kualitatif?
Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Nah, berdasarkan pengertian ini dapat kita simpulkan bahwa penelitian kualitatif merupakan salah satu penelitian dengan hasil berupa kata-kata, biasanya data diperoleh dari hasil observasi atau wawancara.
Apa ciri-ciri penelitian kualitatif?
  • Lingkungan alamiah sebagai sumber data,
  • Sifatnya deskriptif analitik
  • Menekankan pada proses, bukan hasil
  • Bersifat induktif
  • Mengutamakan makna
Apa saja jenis-jenis penelitian kualitatif? 

Menurut McMillan dan Schumacher jenis-jenis penelitian terbagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut,

Penelitian Kualitatif Interaktif
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dari informan dan terjadi secara alamiah. Adapun model penelitian kualitatif interaktif yaitu sebagai berikut,

  1. Etnografi, penelitian ini berorientasi pada penafsiran budaya atau kelompok sosial. Bidang kajiannya pun bermacam-macam seperti ritual, kepercayaan, pandangan hidup, dll. Contohnya, penelitian mengenai kebiasaan-kebiasaan meminum jamu A di Desa Sukamaju.
  2. Fenomenologi, penelitian ini berupa penggambaran makna dari sebuah hidup seseorang. Biasanya peneliti akan mengumpulkan data mengenai bagaimana individu merasakkan sesuatu pada situasi-situasi yang alamiah. Penelitian ini banyak digunakan dalam bidang filsafat dan psikologi. Contoh penelitiannya mengenai individu yang keluarganya broken home.
  3. Studi Kasus, penelitian ini berorientasi untuk mengetahui keragaman atau kekhususan dari objek yang diteliti. Studi kasus juga diartikan penguraian dan penjelasan secara kompherensif mengenai individu, kelompok, organisasi atau situasi sosial. Biasanya peneliti akan menelaah informasi sebanyak mungkin dari subjek yang diteliti. Misalnya, penelitian mengenai tingkat kedisiplinan di sekolah A.
  4. Grounded Teori, penelitian ini berorientasi untuk membangun teori dasar dari data yang telah dikumpulkan peneliti. Penelitian ini biasanya digunakan dalam bidang antropologi. Contohnya, Cliffort Geertz pernah membangun teori masyarakat muslim Jawa terbagi menjadi 3 yaitu kelas priyayi, santri dan abangan. Nah, jika kita ingin melakukan penelitian mengenai masyarakat muslim Jawa maka kita tidak perlu mengklasifikasikan seperti teorinya Cliffort. Akan tetapi, kita membangun konsep atauu teori dari data yang telah kita dapat.
  5. Studi Kritis, penelitian ini berkembang dari teori kritis, feminis, ras dan pasca modern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bersifat subjektif. Para peneliti kritis memandang bahwa masyarakat terbentuk oleh orientasi kelas, status, ras, suku bangsa, jenis kelamin, dll. Salah satu bentuk studi kritis yang berkembang akhir-akhir ini adalah penelitian tindakan. Contoh penelitian jenis ini adalah penelitian mengenai kesetaraan gender.

Penelitian Kualitatif Non-Interaktif
Penelitian ini pada umumnya hanya menggunakan dokumen atau buku sebagai sumber utama. Adapun modelnya terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.

  1. Penelitian Konsep, penelitian ini pada dasarnya berorientasi pada konsep-konsep yang elah ada (pada buku atau dokumen) kemudian di analisis agar dapat dipahami.
  2. Penelitian Sejarah, penelitian ini berorientasi pada masa lalu kemudian merenkonstruksi hal yang terjadi selengkap mungkin. Biasanya peneliti akan mencari data secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan, dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu.


Sekian dulu review dari saya, nantikan review materi berikutnya. Terima kasih sudah membaca.


0 komentar:

Post a Comment