GOALS

Pengalaman Lolos Beasiswa Bidikmisi

Foto: unsplash

Sudah lama mau cerita hal ini dan sepertinya ini kesempatan yang pas untuk cerita. Saya akan flashback tiga tahun yang lalu tepatnya saat masa kelulusan saya yaitu 2017. Saat itulah masa kegalauan semua siswa yang lulus dan saya pun juga begitu. Mau kuliah atau kerja ya apa nikah hem. Setiap hari bahkan ada saja yang menanyakan setelah ini mau kemana? Kerja apa? Kuliah dimana? Jurusan apa dan semua hal ini sukses bikin galau, haha.

Bagaimana dengan saya? Sejak awal saya sudah punya niat untuk kuliah jadi saya pun sangat mantap dengan pilihan saya (eaaaak). Meskipun demikian saya berasal dari keluarga yang sederhana. Saya pun harus berpikir bagaimana caranya supaya saya tidak merepotkan orang tua saya dan saya tetap bisa kuliah karena saya sendiri juga masih punya adik. Alhasil saya pun mencoba beasiswa bidikmisi 2017. Ya, saya mencoba beasiswa itu.

Sebelumnya saya harus mempersiapkan semua berkas mulai surat2, fotokopi rapot, ijazah, sertifikat prestasi dan berkas lain yang membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Saya harus bolak-balik ke kantor desa, rumah kepala desa, sekolah untuk ngurusin berkas saya. Akhirnya berkas saya sudah lengkap dan sudah siap untuk mendaftar.

Saya mendaftar SPAN-PTKIN di perguruan tinggi Ponorogo dan Tulungangung dan saya juga mendaftar SNMPTN di perguruan tinggi Surakarta dan Malang. Saya sangat berharap bisa lolos seleksi masuk perguruan tinggi itu dan alhamdulillah harapan dan mimpi saya menjadi kenyataan. Saya tidak lolos SNMPTN tapi saya lolos SPAN-PTKIN di salah satu perguruan tinggi Ponorogo. Sesuai harapan saya karena dekat dari rumah. Jika jauh kemungkinan saya belum diizinkan, hehe. Bagaimana dengan beasiswa saya? Saya baru lolos tahap pertama dan  harus mengikuti tahap 2 dan 3 yaitu seleksi Tes PTA,Wawancara dan Survey.

Tahap kedua yaitu seleksi Tes PTA ini harus datang ke kampus dan mengerjakan soal disana. Saat itu soal yang diberikan ada TPA, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Semua dikerjakan dalam waktu (lupa saya durasinya, hehe). Saya sempat insecure karena pendaftar beasiswa bidikmisi ternyata banyak juga, hampir 800 peserta dan hanya diambil 98 peserta. Duhh, banyak banget.

Setelah mengikuti tahap kedua maka yang terakhir adalah tahap wawancara dan survey. Tahapan inilah yang membuat saya waswas dan semua pendaftar sepertinya begitu. Pasalnya tidak ada pengumuman dan pemberitahuan mengenai kelulusan tahap kedua dan teknis tahap ketiga. Saya hanya mendapat infomasi mengenai tahap 3 akan dilaksanakan pada tanggal sekian hingga sekian pada jam yang tidak tentu dan diwajibkan untuk stay di rumah. Hayoo, gimana nggak dagdigdug coba, hehe.

Tak lama kemudian informasi terbaru saya ketahui bahwa siapa yang rumahnya didatangi tim wawancara dan survei itu berarti lolos tahap kedua dan berpeluang mendapatkan beasiswa atau UKT 1. Mendengar kabar ini pun saya tambah dagdigdug karena hampir hari terakhir pelaksanaan tahapan itu tidak ada yang datang ke rumah saya. Apakah saya gagal? Bagaimana setelah ini? Saya terus berdoa dan menunggu didepan rumah karena hari itu hari terakhir pelaksanaan tahap ketiga. Itu berarti apabila hari ini tidak ada yang datang ke rumah berarti tidak lolos tahap kedua.

Jam menunjukkan pukul 5 sore dan saya masih didepan rumah. Saya masih mengunggu tim dari kampus. Tak lama kemudian saya masuk dan menutup pintu, sepertinya memang kesempatan ini bukan untuk saya (batin saya). Namun, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan ternyataaaa. Taraaaaaaaaaaaaaa, tim wawancara dan survei datang ke rumah saya. Waktu itu pukul setengah 6 sore hampir magrib. Saya yang awalnya pesimis jadi semangat lagi dong. Saya pun diwawancarai sebentar mengenai nama saya, jurusan yang saya pilih dan saran yang beliau berikan jika saya tidak lolos beasiswa ini. Alhamdulillah.

Kemudian tim pun mulai melakukan wawancara dengan orang tua saya. Mengenai status rumah, listrik, pekerjaan bapak saya, ibu saya dan bagaimana keseharian beliau. Setelah itu, tim mengambil gambar rumah saya dan kemudian pamit pulang sehingga saya hanya menunggu informasi berikutnya dari kampus mengenai kelulusan beasiswa bidikmisi.

Beberapa hari kemudian informasi resmi dari kampus keluar mengenai penetapan UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau SPP dan disitulah tertera nominal UKT dan Status Bidikmisi. Alhamdulillah, saya lolos bidikmisi dan sangat bersyukur akhirnya saya bisa mewujudkan mimpi saya. Terima kasih bidikmisi.


0 komentar:

Post a Comment