GOALS

Sebuah Refleksi



Prinsip manusia modern adalah menempatkan dirinya sebagai subjek
Itulah salah satu hal yang saya ingat setelah mendengar Ngaji MJS Podcast  dalam tema “Humanisme”. Sebelumnya saya tidak punya ekspektasi apapun sebelum mendengar podcast ini dan setelah mendengarkan ternyata topiknya sangat menarik.

Ngaji MJS Podcast merupakan salah satu podcast dengan topik Filsafat yang dijelaskan oleh Bapak Faiz Fahrudin, dosen UINSUKA. Sore tadi saya mendengarkan tema Humanisme.Tema ini diawali dengan penjelasan beliau mengenai peradaban modern yang nantinya berkaitan dengan Humanisme.

Btw, sebenarnya saya bingung ini mau nulis darimana saking menariknya topik tadi. Saya sendiri mendengarkan podcast sambil refleksi diri “Apakah saya sudah menjadi manusia modern?”, hehe.

Meskipun saat ini peradaban telah modern namun orientasinya adalah pemikiran manusia itu sendiri. Okelah kita semua punya alat-alat modern tapi jika pemikiran kita belum modern berarti ya ya apa ya XD.

Ada banyak sekali ciri-ciri manusia modern yang dipaparkan oleh Bapak Faiz dan beberapa diantaranya akan saya rangkum disini.

Pertama, mandiri. Manusia modern identik dengan kemandiriannya. Mereka bebas melakukan apapun yang dia inginkan dan cita-citakan. So, mereka punya otoritas atas diri mereka sendiri. Nah, ini saya juga refleksi apakah yang saya lakukan atas dasar kemauan saya sendiri atau orang lain. Kalau yang kita lakukan atas dasar diri kita pastinya kita mesti bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan.

Kedua, mau berkembang. Manusia modern tidak akan stag atau jalan di tempat tetapi mereka mau berkembang. Berkembang ini juga berkaitan dengan mau menerima kritik atau saran dari orang lain. Mereka juga tidak cepat berpuas diri dari apa yang mereka peroleh, termasuk mengenai pemikiran atau pandangan mereka terhadap suatu hal. So, pemikiran mereka terus berkembang alias bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Ketiga, sadar pentingnya waktu. Nah, ini nih yang juga tak kalah penting. Kita tidak bisa membeli waktu dan waktu juga tidak akan pernah kembali. Manusia modern sangat menghargai waktu sehingga sebisa mungkin mereka akan terus produktif.

Prinsip utama manusia modern adalah menempatkan mereka sebagai subjek, bukan objek. Inilah yang menurut saya menjadi benang merah. Kita sering sekali menempatkan diri kita sebagai objek. Kita lebih suka ngikut dan nurut sesuai perintah padahal kita punya otoritas terhadap diri sendiri (dalam konteks tertentu).

Coba kita pikirkan kembali dan ayo kita refleksikan bersama, terutama dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah kita lebih banyak menjadi subjek atau objek?

1 komentar