GOALS

Sekelumit Cerita Organisasi Mahasiswa

Foto: unsplash
Setiap mahasiswa pasti punya tujuan yang berbeda-beda ketika masuk sebuah organisasi. Dalam konteks tulisan saya adalah organisasi mahasiswa (ORMAWA). Beberapa tujuan mahasiswa masuk organisasi seperti ada yang pengen punya relasi, untuk mengembangkan diri, pengen mencari pengalaman dan ada pula yang hanya ikut-ikutan teman. Data ini saya dapatkan saat menyeleksi peserta Oprec HMJ di kampus.

Pandangan saya kepada mahasiswa yang mau berorganisasi adalah mahasiswa yang memang mau meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan materi untuk organisasi tersebut. Saya pernah menjumpai kawan saya sampai tidur kemaleman karena membuat proposal, paginya ke kampus buat minta tanda tangan dan itu pun belum tentu dapat, bolak-balik revisi LPJ maupun proposal dan masih banyak lagi. Ya siapa yang mau kek gitu? Nggak semua mahasiswa mau. Tapi itu semua adalah proses dan tidak semua orang mau berproses, hehe.

Selain wira-wiri seperti itu, emosi mahasiswa yang berorganisasi kadang juga terkuras terutama dalam menghadapi anggota organisasi yang tidak aktif. Sikap pasif, tidak peduli atau tidak ikut andil di organisasi menurut saya berkaitan dengan apa tujuan mahasiswa tersebut masuk dalam organisasi. Kalau tujuannya hanya untuk belajar maka kontribusi yang diberikan pada organisasi akan tidak maksimal alias setengah-setengah karena berorientasi dengan diri sendiri. Mengingat organisasi mahasiswa bersifat volunteer alias relawan yang nggak dibayar kalau memang tidak benar-benar “ngeh” ya pastinya akan “seleksi alam”. Sebuah fenomena dimana para anggota organisasi akan satu persatu menghilang tanpa kejelasan.

Menurut saya, seleksi alam ini juga berkaitan dengan tujuan mahasiswa sebelum masuk organisasi. Parahnya, hampir 70% mahasiswa tujuannya berorentasi pada diri mereka sendiri. Konsekuensi dengan adanya hal ini, selain menimbulkan seleksi alam juga akan membuat mahasiswa yang berada di top level atau pengurus inti akan kewalahan dan capek sendiri. Karena apa? Ya karena tujuan mereka berbeda dengan anggotanya. Tujuan pengurus inti apalagi pemimpinnya pasti membuat organisasi yang A, B atau C. Dengan demikian, bagian pengurus inti akan bekerja lebih ekstra lagi terutama untuk mewujudkan tujuan organisasi dan mengajak para anggotanya untuk berada di tujuan yang sama.


Pengalaman saya menjadi pengurus ormawa (HMJ IPA) membuat pikiran saya terbuka bahwa masuk ormawa ya jangan main-main dan setengah-setengah. Berdasarkan hal inilah saya berpandangan bahwa organisasi (terutama mahasiswa) ya bukan tempat untuk belajar tetapi orientasinya adalah tempat berkontribusi. Pengalaman, relasi, ilmu, skill ataupun pembelajaran yang dapat kita ambil dari berorganisasi adalah impact dari kontribusi kita di organisasi tersebut. Terima kasih sudah membaca.

2 komentar