GOALS

The Look of Silence: Menguak Sejarah Kelam 1965



Sebuah film dokumenter yang menurut saya benar-benar mengajak saya untuk menyelami lebih jauh bagaimana sejarah kelam ini. Film ini berjudul Senyap (The Look of Silence), karya sutradara Amerika Serikat yaitu Joshua Oppenheimer yang bercerita tentang pembantaian massal 1965. Fyi, film ini kelanjutan dari film dokumenter yang berjudul Jagal (The Act of Killing). Selain itu film ini juga menyabet berbagai penghargaan seperti Venice International Film Festival 2014 dan Cinephile Award di Busan Film Festival 2014.

Pertama kali saya melihat film ini yang saya rasakan ya seperti judulnya “senyap” namun tak lama kemudian saya berubah jadi emosional, antara marah, sedih dan entah. Melihat cerita para narasumber ini saya tidak bisa membayangkan bagaimana kejamnya persitiwa pada waktu itu.

Film ini menghadirkan keluarga Adi, yaitu keluarga penyitas pembantaian orang atau tertuduh komunis pada tahun 1965. Saat itulah kakaknya Adi yakni Ramli juga ikut menjadi korban. Nah, di film dokumenter ini Adi mendatangi dan mewawancarai orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan kakanya (Ramli).

Pada pertemuan dengan pelaku (penjagal), Adi mendapat banyak fakta mengenai pembunuhan kakaknya. Sang sutradara, Joshua juga memperlihatkan hasil rekaman penjagal kepada Adi. Parahnya, para penjagal ini dengan bangganya menjelaskan bagaimana cara dia membunuh kakaknya Adi.

Sepanjang saya melihat film ini banyak hal yang baru saya ketahui. Selain itu, hal yang menguras emosi saya saat Adi mendatangi salah satu pembunuh kakaknya. Sebelumnya Adi hanya mewawancarai orang ini tapi kemudian Adi mengaku bahwa dia adalah adik dari seseorang yang telah pelaku bunuh.

Sebenarnya tujuan Adi mendatangi para pelaku untuk mengungkap kebenaran dan pertanggungjawaban meskipun sederhana seperti kata “maaf”. Adi juga tidak menuntut apapun dari para pelaku namun saya lihat beberapa pelaku malah biasa saja dan seperti tak ada penyesalan sama sekali.

Dari film inilah saya belajar terutama mengenai sejarah dari peristiwa G30S PKI. Selain itu, film ini juga mengajak kita untuk melihat peristiwa dari berbagai sudut pandang. Beberapa resensi menyatakan bahwa akan lebih lengkap jika melihat film dokumenter The Act of Killing dulu kemudian The Look of Silence. Sayangnya film ini dilarang tayang di Indonesia karena dianggap kontroversial. Akan tetapi kamu bisa melihatnya disini

Btw, saya tiba-tiba ingat sebuah kutipan bahwa “Sejarah ditulis oleh para pemenang”.








0 komentar:

Post a Comment