GOALS

Balada Cito-Citi: Gampang Sayang Gampang Kelaran



Yu, nyoh paketanmu, ucap mas kurir.

Parahlah mas e ki mbok ya “Mbak” gitu, wkwk. Tapi gapapa, penting paketannya sampek. Tiga hari lalu saya memang memesan buku karya Edi AH Iyubenu dengan sistem pre-order. Dan ternyata hari ini sampai, auto saya unboxing. Kemudian saya pilih buku yang paling tipis dulu unntuk saya baca.

Inilah pertama kalinya saya baca buku karya beliau. Cukup sehari buku ini sudah selesai saya baca karena memang hanya 132 halaman saja. So, kali ini saya akan mereviewnya. Sebelum saya review, mari kita simak dulu sinopsis dan identitasnya.

SINOPSIS BUKU

Tak usah yang-yangan jika hanya bertujuan mindahin tugas sabun ke tangan Citi”

Gondrong bagai ayam goreng, penuh percaya diri, dan pantang menyerah untuk pede banget, tapi sekaligus mudah tergores psikisnya.

Lama di pesantren, mantan cah Dalail dan jelas tahan banting puasa, tapi sekaligus mudah tersentuh hantinya pada lalu-lalang kaumm Hawa di keramaian.

Kombinasi psikis mudah tergores dan hati yang mudah tersentuh itu membuatnya kerap sakit leher karena getol menoleh kesana-sini seiring laju cewek-cewek entah disekitarnya dan sering letih lesu karena makin serin sabunan di kamar mandi.

Namanya Cito. Lengkapnya Citogog. Diusianya yang telah matang pohon itulah, semesta memperjumpakannya dengan Citi, mahasiswi cerdas, mapan, ayu pula.

Seketika tergoreslah jiwa Cito yang gampang sayang dan kangen itu dengan menyebalkan sekaligus menggelikan.

IDENTITAS BUKU

Judul Buku: Balada Cito Citi
Penulis: Edi AH Iyubenu
Genre: Komedi
Tahun Terbit: 20220
Penerbit: DIVA Press
Jumlah Halaman: 132
Harga: Rp50.000 (reguler), Rp15.000 (PO)

REVIEW BUKU

Buku dengan jumlah halaman 132 ini cukup membuat saya ngakak dan tak berhenti membaca. Gaya bahasa pak Edi AH Iyubenu ini sangat losss dan blak-blakan, hehe. Buku ini menghadirkan tokoh Cito, karyawan kafe Mainmain yang pernah mondok. Kemudian Citi, mahasiswi aktivis dari kampus UIN yang cantik dan manis. Selain itu ada tokoh pendukung lain seperti Pak Edi, Arko, Alin, Edhoy, dll.

Buku ini menceritakan Cito yang tengah menghadapi masalah mengenai percintaannya. Cito baru beberapa hari kenal Citi namun Cito malah sudah mengklaim kalau Citi cinta padanya, padahal Cito belum tahu apa yang dirasakan Citi. Teman-teman Cito sendiri selalu menyadarkan Cito agar tidak terlalu berekspektasi tinggi tapi Cito ya tetap pedenya selangit, wkwk. 

Selain soal Citi, Cito juga dihadapkan dengan tekanan dari Mamaknya yang menginginkanya untuk segera menikah. Parahnya, Cito sudah memberikan foto Citi pada Mamaknya dan mengatakan kalau Citilah calonnya. Hadoh, padahal jadian aja belum. Lantas, bagaimana kelanjutannya? (baca bukunya ya XD)

Salah satu kutipan ngakak yang saya ambil dari buku ini adalah sebagai berikut.

Jangan lupa isi form pembelian, ya. Khusus cewek, sertakan weton. Juga nama lengkap bapaknya dan nomor teleponnya agar mudah kujadwalkan sowan. Kalau cowok, tolong tahu diri, langsung ke tokoku di Shopee saja. Tak usah banyak fafifu, langsung bayar saja. Kiirmnya kapankapan.” 

– Halaman 91

Ceritanya itu salah satu tweet jualannya Cito yang dibaca pak Edi, wkwk. Tokoh Cito ini memang lucu apalagi jika bersama kawan-kawannya. Dalam buku ini juga disinggung sedikit mengenai kaidah “ushul fiqih” yang nantinya dilanjutkan dalam buku berikutnya yaitu “Belajar Mudah Kaidah Ushul Fiqih Ala Bucin”. Next post, hehe.

So, gimana? Tertarik membaca buku ini Cito-Citi ini?

Oiya, buku ini khusus usia 18 tahun ke atas ya, hehe.

0 komentar:

Post a Comment