GOALS

Sudut Pandang


“Kok doi gak pernah dateng rapat?”

“Niat jadi panitia gak sih?”

Kemarahan saya hampir memuncak karena ada salah satu anggota yang jarang ikut rapat dan gak pernah aktif padahal kegiatan tinggal beberapa hari lagi. Saya juga menduga kalau dia memang gak niat buat jadi panitia ini. Kenapa? lah buktinya dia gak datang rapat, males-malesan dan sulit dihubungi. Well, saya biarin dan saya gak mau sibuk dengan hal yang seperti itu.

Saat hari H tiba, eh doi malah dateng dengan pede dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Haisssh.

Eh, ini gibah gak sih wkwk

Saya mau marah tapi gak jadi. Ya apa guna kalau dipikir tapi saya tetap mencari tahu sebenarnya alasan doi tidak aktif kenapa. Saya pun bertanya ke salah satu temannya (sebut saja A) dan kemudian A menceritakan ke saya. Ternyata teman saya yang gak aktif itu karena dia mesti kuliah, kerja dan ngurusin rumah. Ah, dengerin ceritanya saya jadi merasa bersalah setelah sebelumnya menduga dia malas-malasan.

Ya begitulah singkat cerita mengenai sudut pandang. Saya ambil sudut pandang saya atau sudut pandang dia. Setiap hari saya juga masih belajar mengenai sudut pandang ini, setidaknya belajar “bagaimana jika kita jadi dia”. Apa yang kita lakukan mungkin terlihat buruk dimata orang lain tapi beberapa orang memang tidak tahu kehidupan kita seperti apa.

Hal ini juga berkaitan dengan beberapa kasus di Indonesia. Misalnya Audrey dulu. Saya dulu sempet ngebelain dia karena saya ambil satu sisi XD. Sedangkan kasus terbaru juga ada, misalnya kasus Ferdian Paleka. Kita bisa lihat dari sisi pelaku atau sisi korban.

Analisanya gini, dari sisi korban hal ini pastinya membuat sakit hati, sedih dan kesal. Di tengah pandemi dan masa sulit begini kok malah ada yang nge-prank sembako isinya sampah. Sedangkan dari sisi pelaku, doi menuai banyak kecaman dan bullyan terutama di sosial media pasca kasus meledak. Belum sampai situ, saat di tahanan doi juga dibully oleh tahanan lain. Dibotakin, disuruh push up dan di video pula. Doh, ini kan malah jadi korban bullyan. 

Kayak gitu emang pantes?

So, ayo kita terus belajar untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sisi. Karena apa? karena hal ini bisa meningkatkan empati pada orang lain dan membuat kita lebih open minded.  

0 komentar:

Post a Comment