GOALS

Disruptive Innovation



Akhirnya kemarin ke Ponorogo lagi dan sempet ngobrol juga sama temen-temen. Boleh sebut nama ga sih?

Oke, sebut aja ya, hehe. Namanya Silvi, Nisa, Sofia, Aulia dan Ulvi. Mereka adalah teman-teman saya satu angkatan dan alhamdulillah kemarin bisa meetup setelah tiga bulan lamanya nggak ketemu. Uwuu, kangen ya XD. Waktu ngobrol banyak banget yang kita bahas mulai A sampai Z dan salah satu topiknya adalah “Setelah kuliah mau kemana”.

Jujur, saya sendiri masih bingung dengan planing saya. Sementara sebelum pandemi ini begitu gencarnya buat action my big plan tapi kok jadi mikir-mikir lagi. Kita juga nggak tahu kedepannya seperti apa.

Selain keresahan setelah kuliah mau kemana sebenarnya saya punya keresahan tersendiri yakni mengenai adanya Disruptive Innovation.

Disruptive Innovation adalah inovasi yang menciptakan pasar baru dan menggantikan teknologi sebelumnya. Mungkin kamu pernah denger mengenai beberapa tahun kedepannya akan ada banyak profesi yang digantikan teknologi. Profesi ini seperti kasir, teller dan sekarang pun sudah banyak negara yang mencoba hal itu.

Dunia akan terus berubah dan kita cuman punya dua pilihan. Ikut atau tertinggal. Yah, dua itu. Tapi melihat hal ini pun ternyata masih banyak orang yang memang belum memahami teknologi.

Nggak usah jauh-jauh, di sekeliling kita seperti mahasiswa pun kadang ada yang masih belum tahu mengenai google drive, podcast atau zotero.

Belum lama kemarin juga ada tanya ke saya mengenai cara cek plagiasi meskipun sebenarnya tutorial semacam ini sudah banyak di google atau youtube tapi saya tidak akan ngejudge, hehe. Banyak hal yang melatarbelakanginya, bisa saja dia kesulitan sinyal atau ada kendala lain.

Untuk orang-orang yang memiliki kesempatan lebih dalam mengakses informasi bagi saya bisa diartikan sebagai keuntungan. Karena apa? Karena di internet itu semuanya ada. Mau kerja, mau belajar, mau kuliah, mau belanja, mau apa aja ada. Tinggal kita pilih mana. Nggak semua orang punya kesempatan ini.

Menyikapi adanya Disruptive Innovation ini juga nggak gampang. Apalagi seperti saya yang masih kuliah. Lawong yang sudah kerja saja juga bingung dalam artian apakah kelak profesinya bakal tetep ada? Apakah kita mampu bertahan dan bagaimana caranya untuk bertahan?

Analoginya gini, mungkin kamu juga ngerasain. Dulu tuh orang yang jago pengetikan itu udah top banget tapi saat ini gimana? Udah banyak orang yang bisa ngetik dan perlahan pindah ke photoshop atau corel draw. Banyak yang belum punya skill itu dan skillnya juga dibutuhkan.

Trus gini, produk Nokia. Bisa banyangin gak sih nokia yang bener-bener besar itu mendadak bangkut dan tergantikan oleh Android dan iOS ? Wuh, dampaknya kerasa banget. Perubahan ini begitu cepat kalau tidak ikut ya bakal ditinggal.

Saya sendiri memandang adanya Disruptive Innovation ini seperti sebuah tantangan dan mempertanyakan skill apa yang kita miliki karena disamping ada profesi yang tergantikan ya muncul juga profesi yang baru ditengah menjamurnya startup. Profesi yang saya maksud seperti Admin Social Media, Data Scientist, Progammer, Digital Marketer, Influencer, Youtuber, Podcaster, Blogger (udah lama sih, aku termasuk gak ya? HAHA) ya pokoknya itu. Profesi ini menurut saya bisa jadi peluang supaya kita bisa bertahan. 

Kalau menurut kamu gimana nih strateginya menghadapi Disruptive Innovation ini ?

1 komentar