GOALS

Menjawab Pertanyaan Bagaimana KPM dari Rumah Itu....



Source: LPPM IAIN Ponorogo

“KPM itu enak lho, bisa main kegiatan bareng, main bareng, masak bareng, makan bareng, wah pokoknya bakal banyak kenangannya”, ucap kating saya.

Haishhh, saya masih ingat dimana saya tanya kemana-mana. Proyek KPM seperti apa, dramanya gimana, laporan individu atau kelompok dan suka dukanya apaan. Maksudnya ya biar saya sudah berlapang dada dan siap dengan kemungkinannya wkwk.

Eh, buat kamu yang belum tahu KPM akan saya jelasin dulu. Jadi, KPM itu kepanjangan dari Kuliah Pengabdian Masyarakat tapi biasa dikenal dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Di kampus saya namanya KPM, bukan KKN (tapi maknanya sama kok).

Tahun 2020 ini KPM terasa beda dan bakalan beda dari KPM sebelumnya. Pasalnya saat ini masih pandemi covid-19 sehingga tidak memungkinkan jika KPM seperti biasa bakal dilakukan. Alhasil LPPM IAIN Ponorogo (Penyelenggara KPM) mengumumkan bahwa KPM tahun ini namanya KPM-DR alias KPM Dari Rumah. Nah lo, penasaran gak sih ? Hehe.

Ok kalau pengen tahu jadi KPM-DR IAIN Ponorogo ini resmi dilaksanakan dalam rentang waktu bulan Juni-Agustus 2020 dengan minimal 40 hari melakukan kegiatan KPM-DR. Kegiatannya seperti apa? Kegiatannya meliputi berbagai aspek dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, masyarakat dan keagamaan. Nah, dari berbagai aspek tersebut para mahasiswa diminta memilih salah satu untuk ditulis dalam sebuah laporan.

Perwujudan kegiatannya its very fleksible mengingat saat ini lagi pandemi. So, KPM-DR bisa dilakuin di rumah, di kos atau di pondok. Tapi namanya tetep KPM-DR bukan KPM-DK tau KPM-DP wkwk (hih receh).

Btw, saya sendiri membagi realisasi programnya menjadi 2 kategori yaitu lapangan dan non lapangan.

Pertama, program lapangan. Program ini bagi mahasiswa yang bisa melakukan pengabdian secara langsung kepada masyarakat seperti pembagian masker, pendampingan label produk, pemasaran produk langsung, mengajar anak-anak, menunggu posko covid-19, membantu mengajar ngaji, dll. Intinya kegiatan mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tapi perlu diingat harus melakukan kegiatan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Kedua, program non lapangan. Program ini bagi mahasiswa yang memang tidak memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dengan demikian realisasi programnya bisa melalui hal lain seperti pembuatan poster pencegahan covid-19, pamflet, artikel, atau tulisan yang tentunya mengedukasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Begitulah gambaran dari KPM-DR IAIN Ponorogo, hehe. Nggak lagi penasaran kan?

Dimana pun dan kapanpun kita bisa berkontribusi. Meskipun ditengah pandemi seperti ini. Finally, semangat dan sukses untuk teman-teman (terutama yang lagi KPM-DR). Semoga KPM-DR IAIN Ponorogo ini lancar. Aamiin.

0 komentar:

Post a Comment