GOALS

Review Tadris IPA IAIN Ponorogo


Halo guys, perkenalkan nama saya Latifa, mahasiswi Jurusan Tadris IPA IAIN Ponorogo angkatan 2017. Tadris IPA ini sama dengan Pendidikan IPA atau Sains jika berada di Perguruan Tinggi. Btw, buat kamu yang pengen tahu mengenai jurusan ini simak tulisan saya berikut ini ya :)

Apa yang dipelajari di Tadris IPA ?


Seperti yang kita ketahui bahwa IPA adalah kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan Alam dan jurusan Tadris IPA ini merupakan salah satu jurusan di IAIN Ponorogo yang masuk dalam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Hal yang dipelajari di jurusan ini meliputi IPA Terpadu jadi Fisika, Kimia dan Biologi dipelajari semua guys. Akan tetapi saat semester 6 nanti kita akan diminta untuk memilih konsentrasi (salah satu dari Fisika, Kimia atau Biologi).

Di jurusan ini kita juga akan belajar mengenai materi kependidikan seperti mata kuliah Ilmu Pendidikan, Strategi Belajar Mengajar, Teknologi Pendidikan, Model Penilaian Kelas dan masih banyak lagi. Oiya, karena kampus IAIN termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) jadi di semester awal ada mata kuliah keagamaan seperti Bahasa Arab, Studi Alquran, Studi Hadis, dll.

Adakah stereotip di jurusan ini?


Karena identik dengan IPA maka banyak yang menyimpulkan kalau mahasiswa yang masuk jurusan ini pasti dulunya juga jurusan IPA tapi kenyataannya tidak begitu. Baik dari SMA, MA atau SMK dengan jurusan apapun bisa daftar dan masuk di jurusan ini. Teman saya ada, dulunya SMK dan sekarang satu jurusan dengan saya.

Tugasnya seperti apa?


Tugas perkuliahan hampir mirip dengan jurusan lain seperti membuat makalah, presentasi, observasi ke sekolah atau industri, membuat artikel atau produk makanan, praktikum dan pastinya membuat laporan praktikum. Untuk membuat laporan praktikum tulis tangan dan ditulis rapi. Nah, tugas yang paling saya sukai saat mata kuliah Sains, Lingkungan dan Teknologi dan Bioteknologi. Pada dua mata kuliah ini kita nanti akan diminta untuk membuat produk. Produk yang kita buat kemudian dipamerkan di kelas dan di makan bersama, hehe. Asik kan? XD

Siapa dosen favorit saya?


Dosen favorit ada banyak tapi dosen IPA yang paling terfavorit adalah ibu Rahmi Faradisya Ekapti. Beliau adalah salah satu dosen IPA yang sangat menginspirasi saya. Selain menggunakan pembelajaran dengan teknologi terkini, beliau juga sering memberikan motivasi saat perkuliahan.

Apa mata kuliah paling berkesan?


Sejauh ini mata kuliah yang paling berkesan adalah Sains, Lingkungan dan Teknologi dan Bioteknologi. Kedua mata kuliah ini tugasnya membuat suatu produk dan saat itu kami satu kelas membuat produk inovasi makanan.

 

Apa saja peminatan di jurusan ini?


Peminatan di jurusan ini ada tiga yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pemilihan peminatan ini saat kita semester 6. Jadi, sebaiknya kita sudah mempersiapkan diri untuk konsentrasi apa yang akan kita pilih ketika di semester awal.

Tips-tips untuk mahasiswa baru


Jurusan Tadris IPA ini berorientasi pada kependidikan dan IPA terpadu sehingga awal semester akan mendapatkan mata kuliah IPA dasar dan kependidikan. Disamping mempelajari materi, kita juga harus berlatih untuk berkomunikasi dengan orang lain karena di semester 5 nanti ada Magang 1 dan semester 7 ada magang 2. Kedua magang ini Magang 1 ini berupa observasi di sekolah SMP/MTs, sedangkan di semester 7 akan ada Magang 2 yaitu mengajar peserta didik di SMP/MTs. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar mempelajari dan memahami materi perkuliahan.

Apakah ada organisasi mahasiswa yang bisa diikuti? 


Oh, tentu ada. Jurusan Tadris IPA sendiri memiliki organisasi mahasiswa yang bernama HMJ IPA. HMJ itu kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan. Disini kita bisa berkontribusi dan aktualisasi diri sebagai mahasiswa IPA. Selain itu, kita juga bisa ikut UKM atau DEMA tau SEMA. Organisasi mahasiswa ini biasanya mengadakan berbagai macam event, program dan acara yang bisa mengasah softskill dan hardskill kita. 

Prospek kerja dimana?


Prospek kerja tentunya menjadi seorang guru di SMP/MTs dan jika berlanjut ke S2 bisa menjadi dosen IPA.





1 komentar