GOALS

Berani Mengambil Keputusan



Kadang saya nggak nyangka juga kalau bisa mengambil keputusan dan sampai di titik ini.

Sewaktu lulus SMA dulu saya masih bimbang harus kerja atau kuliah tapi hati saya mengatakan kalau saya harus kuliah.

Saya juga pernah ditanyain seseorang setelah lulus mau kemana. Entah saya kepikiran apa tapi saya jawab Kuliah dengan beasiswa.  

Saya pun menulis semuanya di buku tulis. Seingat saya, hal ini yang saya  tulis,

·         Kuliah
·         Beasiswa
·         Laptop
·         Ini lupa kelanjutannya, hehe

Saya menulis semua yang saya impikan disitu dan alhamdulillah apa yang saya tulis sekarang sudah saya tercapai..

Awal memutuskan kuliah saya mengambil keputusan seorang diri. Saya belum mengatakan ke orang tua karena saya masih ragu orang tua saya setuju atau tidak.

Selain itu ada kebimbangan tersendiri dalam diri saya. Saya anak pertama dan saya juga masih punya adik.

Saya rasa ya nggak enak kalau mesti meminta biaya ke orang tua saya lagi. Saat itu saya tekankan kalau saya mesti kuliah.

Saya juga nggak punya bayangan kalau kerja. Entahlah, saya begitu yakin kalau saya bakal jadi mahasiswa.

Setelah melewati beberapa proses akhirnya saya dinyatakan tidak lolos SNMPTN. Saya sempat pesimis dan saya diam aja. Saya masih belum bicara ke orang tua saya.

Minggu berikutnya pengumuman SPAN-PTKIN saya dinyatakan lolos dan barulah saya bilang ke orang tua saya.

Sebelumnya saya hanya minta doa dan pertimbangan orang tua saya kalau kuliah di luar kota bagaimana tapi orang tua saya sepertinya belum memberikan restu kalau mesti jauh dari rumah.

Singkat cerita saya langsung bilang ke orang tua kalau saya lolos kemudian saya seperti mendapatkan energi baru.

Saya lebih semangat lagi, selanjutnya saya pun diantar Bapak saya setiap pergi ke kampus. Sepertinya dua kali Bapak mengantar saya ke kampus.

Pertama, waktu sosialisasi penerima Bidikmisi. Kedua, sewaktu daftar ulang. Selalu diantar Bapak.

Proses-proses selanjutnya terus saya ikuti terutama mengenai tahapan Bidikmisi. Btw, tahapannya ada lolos masuk kampus (SPAN/UM), kemudian tes tulis dan wawancara (survei lokasi).

Semua tahapan ini saya ikuti dan orang tua saya sudah tahu kalau saya memang diterima kuliah dan masih melewati proses seleksii Bidikmisi.

Alhamdulillah setelah semua proses terlewati dan akhirnya saya dinyatakan lolos sebagai calon mahasiswa baru sekaligus penerima Bidikmisi.

Sampai disini saya merasa kalau saya semakin percaya dengan apa yang saya inginkan. Berawal dari hal inilah saya juga mulai berani mengambil berbagai keputusan.

Mungkin kalau saat itu saya gak berani buat daftar bisa saja saat ini saya kerja dan saya menyesal karena tidak melakukan hal yang saya mau.

SUARA HATI SAYA.

Saat ini pun saya juga mulai belajar untuk meminimalisir sebuah penyesalan.

Saya lupa ini kutipannya siapa tapi intinya manusia lebih banyak menyesali hal yang belum mereka lakukan dibandingkan dengan hal yang sudah mereka lakukan.

Nah, hal inilah yang membuat saya ingin mencoba berbagai hal. Saya tidak ingin menyesal karena saya belum melakukannya.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyataannya Dahlan Iskan “Setiap manusia punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu di masa muda”.

Setiap ingat kutipan itu, saya jadi nggak takut buat gagal.

Semua orang pernah gagal dan kita mesti belajar untuk berani gagal.

Trus setelah ini apa?

Saat ini saya sudah memasuki semester 7. Semester akhir dimana inilah masa-masa kuliah saya segera berakhir.

Banyak yang saya impikan, semoga dan semoga.

2 komentar

  1. Semangat kakak. Lanjutkan pendidikan setinggi yang kamu inginkan. Bravoo

    ReplyDelete