GOALS

Dilema Kacamata


Kacamatanya tebal banget minus berapa loh

Banyak”, jawab saya.

Hehe, rasanya saya memang seperti belum menerima sepenuhnya kalau mesti minus, apalagi tambah silinder.

Awal mula saya mengeluh sakit mata saat saya kelas 2 SMA. Saat itu saya begitu cuek jadi setiap pembelajaran saya mesti duduk di depan, biar keliatan, hehe.

Ini berlanjut sampai saya kelas 3 SMA. Saya belum memakai kacamata dan mungkin minus saya saat itu sudah tambah karena sering memicingkan mata.
Why and why?

Kenapa gak beli kacamata?

Karena ada yang lebih penting dari kacamata.

Saya masih ingat waktu itu saya punya pilihan beli handphone atau beli kacamata. Lha kok saya pilihnya handphone.

Samsung J1 Ace, handphone android pertama saya dan sampai sekarang masih digunakan (adik saya).

Saya pilih handphone karena beberapa alasan.

Ternyata handphone ini membuka jendela-jendela luar. Saya punya banyak informasi dari handphone ini. Sampai mengenal beasiswa Bidikmisi, daftar kampus sana-sini. Ya dari hp itu.

Alhamdulillah, setelah proses yang begitu panjang akhirnya saya diterima di IAIN Ponorogo dengan beasiswa. First, saya masih belum beli kacamata, ada aja yang lebih penting dari kacamata.

Seingat saya, saya beli kacamata saat semester 2. Itu untuk pertama kalinya saya beli kecamata dan masih nggak pede kalau pakek kacamata. Kadang saya pakek dan kadang nggak.

Sekarang pun sebenarnya saya masih adaptasi dengan kacamata. Saya belum terbiasa meskipun sudah dua tahunan.

Temen-temen bilang saya bagusan pakek kacamata tapi sayanya kok nggak nyaman. Eh tapi memang ini saya yang butuh.

Hasil cek terakhir saya minus 4 dan silinder setengah.

Apa respons saya?

Diam dan mencoba memperbaiki semuanya. Belajar mengurangi penggunaan sosmed, laptop dan tv.

Tapiii,

Hal yang paling ngebuat saya kesel ketika ada orang yang tiba-tiba datang dan menasehati saya.

Salahmu to dolanan hp

Makane to maem wortel

Dan seambreg pernyataan lain yang sebenarnya saya itu sudah melakukannya. Saya memang begini dan yaudah.

Analisa saya dulu bisa minus karena saya kurang edukasi mengenai kesehatan mata. Selain itu, saya juga sering baca sambil tiduran.

Ya apapun itu saya mencoba memaafkan.

Pernah suatu ketika saya main bareng temen saya yang juga berkacamata.

Kalau  kacamata dilepas rasanya hidup gak berwarna

Bukan berarti buta warna juga kok tetapi penglihatan kami yang kurang jelas.
Yaa saya tetep saling support aja sama temen saya. Semoga baik-baik aja dan minus kita gak nambah lagi ya gaissss, hih.



0 komentar:

Post a Comment