GOALS

Apakah Kamu Kesepian?

 


Setiap malam diwaktu saya sendirian dan itulah jam saya untuk mikirin hal-hal yang random.

Malam kemarin satu kata yang muncul dipikiran saya adalah “Kesepian”. Lantas saya mulai refleksi dan mengenali diri saya lagi.

Sejak kecil teman seangkatkan saya kebanyakan laki-laki (di dusun saya) dan perempuannya hanya saya da teman saya. Kami hanya berdua. Temenan dari kecil sampai sekarang pun.

Namun waktu terus bejalan hingga saya dna teman saya ini berpisah. Teman saya di SMP dan saya di MTs. Inilah pertama kalinya saya merasa sendiri. Dulu saya di SD kemudian ke MTs, hal yang saya takutkan adalah Bahasa Arab, hehe.

Semenjak inilah saya mulai terbiasa sendiri. Setiap pagi saya berangkat dan pulang pun sendiri karena jarak sekolah dan rumah begitu dekat, sekitar 10 menit.

Namun, kelas XI saya bersama teman-teman karena tidak diperbolehkan membawa motor. Alhamdulillah, gak jalan sendirian lagi. Saya memang mudah berteman namun tidak semua orang benar-benar dekat dengan saya. Saya sangat menjaga privasi. Ternyata sejak dulu seperti ini.

Berlanjut ke SMA, jauh berbeda. Lagi-lagi saya berbeda. Saya sekolah di MA sedangkan teman-teman saya (cewek2) di SMA dan SMK. Saya seperti kembali ke dahulu kala wkwk. Tapi,  saya tetap bisa beradaptasi dan punya teman disana.

Saya terbiasa lagi mesti sendirian pulang-pergi ke sekolah. Sudah biasa, wkwk. Ini saya lakukan selama 3 tahun. Selama masih SD, MTs dan MA ini segala keputusan hampir 80% orang tua juga dominan. Saya tahu orangtua saya bagaimana, hehe. Saya tetap mengikuti.

Sampai lulus dari MA saya memilih jalan ninja saya sendiri wkwkw. Sepertinya saya sudah cerita ya tapi nggak mau ngulang lagi.

Saya kembali menjadi berbeda. Saya daftar di jurusan Tadris IPA, IAIN Ponorogo. Jurusan baru dan belum cukup informasi yang saya dapatkan. Alhamdulillah saya lolos dan lagi-lagi saya sendirian.

Sampai akhirnya saya kenal dengan Anggy, Sinta dan squad saya yang lain. Hingga kami juga berkumpul satu angkatan akhirnya saya mengenal semuanya.

Sudah, saya punya banyak teman.

Tapi, kadang saya merasa sendirian. Eh, saya trus kepikiran hehe

Ini sendirian apa kesepian sih?

Sebentar-sebentar, sama gak ya? 

Saya pun sempat nemui artikel dan mengatakan bahwa

Feeling lonely is not the same as being alone (solitude). We can be lonely but not alone, and we can be alone but not lonely

Bukan soal banyak atau sedikitnya teman tapi kesepian bisa datang kapan saja.

Ternyata, saya “SOLITUDE” alias menyendiri. Bukan kesepian (ya mungkin kesepian mendadak dengan frekuensi sekian wkwkw)

Saya suka pernyataan ini,

Solitude is a time that can be used for reflection, inner searching or growth or enjoyment of some kind. Deep reading requires solitude, so does experiencing the beauty of nature. Thinking and creativity usually do too,” argues Hara Estroff Marano, a writer of Psychology Today.

Setelah saya pikir-pikir ya kesepian dan kesendirian itu berbeda. Kadang kita nyamai gitu aja ya.

Kesepian lebih ke menarik diri dari lingkungan sosial dan tidak mau fokus ke orang lain.

Rasanya berdinamika sih. Kalau kita fokus ke diri sendiri nantinya malah egois. Ya ini kalo berlebihan.

Kesendirian cenderung untuk (seperti diatas), refleksi, mengembangkan diri atau memang sedang menikmati masa kesendirian itu.

 

 

 

0 komentar:

Post a Comment