GOALS

Kholis Ali Mahmood: Keseruan Mendaki Gunung

 


Hai semuanya, balik lagi di segmen Ruang Tanya.

Kali ini saya akan mengajak teman-teman untuk sedikit membahas mengenai keseruan naik gunung. Wah, siapa nih yang pernah naik gunung?

Sudah pernah?

Atau belum pernah?

Sebelum naik gunung ternyata kita perlu banyak tahu mengenai berbagai hal. Salah satunya adalah SOP pendakian. Nah, kali ini saya berhasil mewawancarai seorang santri sekaligus pendaki gunung. Jangan ditanya berapa kali naik gunung deh ya karena dia sudah berkali-kali tentunya. Hehe

Ok, langsung aja kita simak hasil wawancara saya bersama Kak Kholis Ali Mahmood, seorang santri sekaligus pendaki nih.

#1 Sejak kapan Anda suka naik gunung dan menyukai aktivitas tersebut?

Saya naik gunung pertama kali tahun 2013/2014 saat masih sekolah di MAN Kembang Sawit. Waktu saya melakukan pendakian ke Gunung Lawu dimana gunung ini merupakan salah satu seven summits. Saat itu saya melakukan pendakian via cemoro sewu bersama 9 teman saya yang juga anggota satu organisasi kepramukaan dan majlis sholawat Ahbabul Mustofa.

Sebenarnya saya menyukai semua aktivitas outdoor namun lebih suka di bidang pendakian karena saat mendaki gung saya rasa bisa mempraktekkan ilmu secara langsung seperti survival. Mendaki gunung juga membuat saya belajar mengenai hal yang tidak bisa kita dapati di lingkungan seperti biasa. Selain itu, saya juga mendapatkan perasaan nyaman dan fresh ketika melakukan pendakian meskipun saya juga capek dan lelah. Mungkin inilah kenikmatan versi saya sendiri.

#2 Apa pengalaman memorable selama naik gunung?

Sebenarnya semua perjalanan selalu ada hal yang memorable saat mendaki gunung. Salah satu hal yang memorable menurut saya adalah ketika saya melakukan ekspedisi ke puncak Dieng. Hal ini saya lakukan tahun 2019 bersama teman-teman saya santri Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang. Pendakian ini saya lakukan 6 hari 6 malam. Berawal dari Sindoro lanjut ke Sumbing kemudian ke Prau. Saya belajar banyak terutama dalam hal manajemen, baik logistik maupun waktu.

Pengalaman memorable selanjutnya adalah pengalaman mistis saya saat ke Gunung Sumbing bersama 5 teman saya. Saat itu hanya rombongan saya yang melakukan pendakian karena beberapa waktu sebelumnya gunung tersebut terjadi kebakaran. Saat itu saya dan teman-teman nekat naik gunung. Dalam perjalanan naik gunung masih lancar namun ada hal aneh yang kami alami yakni saat pukul 9 malam sampai pagi. Kami melihat alam seperti tidak bersahabat termasuk ada awan caping diatas gunung dimana hal ini menandakan puncak ada badai angin. Kami pun tetap optimis untuk ke puncak Rajawali. Alhamdulillahnya, kami sampai di puncak yang termasuk seven summits.

Sewaktu perjalanan turun saya juga merasa down karena saya melihat sosok aneh. Kira-kira sampai 20 meter dari puncak. Saya berhenti di pos kemudian melihat ke belakang ada sosok anak kecil yang memiliki mata merah besar sekali, seperti tuyul. Kebetulan saat itu saya juga mendaki bersama sahabat sekaligus guru saya Habib Kholil Assegaf dimana saat itu beliau juga menenangkan saya. Intinya pengalaman memorable yang saya alami ada yang berkaitan dengan proses belajar saya di alam mengenai manajemen dan adapula mengenai hal mistis yang lain.

#3 Gunung apa yang ingin didaki dalam wakti terdekat ini? Dan mengapa memilih gunung tersebut?

Gunung saya akan saya daki selanjutnya adalah Gunung Semeru dimana gunung ini termasuk gunung tertinggi di Pulau Jawa sekaligus seven summits. Sebenarnya gunung ini sudah ingin saya daki pada tahun 2019 namun karena banyaknya faktor sehingga harus saya tunda. Insha allah kedepannya saya akan melakukan pendakian ke Gunung Semeru saat pendakian sudah dibuka.

#4 Apa saja tantangan naik gunung?

Menurut saya tantangannya adalah melawan rasa malas alias malas gerak agar sampai ke puncak. Terutama saat di gunung yang termasuk seven summits karena hal ini berkaitan dengan efisiensi waktu.

#5 Apa saja kendala yang biasanya dialami saat mendaki?

Kendala sebenarnya tidak ada dengan syarat kita harus mempersiapkan semuanya, baik manajemen logistik maupun fisik dan waktu. Berbeda saat kita melakukan pendakian tanpa adanya persiapan, inilah yang menjadi awal munculnya kendala.

#6 Apa saja tips yang bisa dibagikan bagi pendaki pemula?

Pertama, jangan sekali-kali melakukan pendakian ketika tidak mengetahui SOP-nya karena  hal ini berimplikasi terhadap nyawa saat beraktivitas di gunung. Kedua, pelajari SOP saat melakukan pendakian, teman-teman bisa mempelajarinya di berbagai platform baik youtube maupun buku. Ketiga, teman-teman bisa menggunakan jasa guide/teman yang expert di bidang pendakian jika belum terlalu paham mengenai SOP.

Wah, ternyata asik juga ya mendaki gunung. Melihat pemandangan, awan-awan tapi ternyata juga memerlukan persiapan yang matang. Seperti bekal, peralatan dan logistik yang lain.

Jadi, buat kamu yang pengen naik gunung bisa melakukan persiapan terlebih dahulu ya gais.

Profil singkat

Nama                : Kholis Ali Mahmood

Organisasi  : Ketua HISMA (Himpunan Santri Magetan), Anggota PMK (Pendaki Madiun Karesiden, Anggota SAG (Santri Anak Gunung), Anggota KPGIR (Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya)

Instagram  :@alimahmood___

2 komentar