GOALS

Memaknai “Sepurane, Aku Gak Enek Wektu”

 


“Sepurane, aku gak enek wektu”

Pernah gak ada orang yang bilang begitu atau kita sendiri pernah bilang begitu?

Kapan bilang begitu?

Saat banyak jadwal? Sibuk? atau memang tidak ada waktu lagi melakukan hal yang lain?

Waktu memang gak bisa buat main-main. Sekarang ya sekarang dan selanjutnya berlalu. Waktu memang tidak bisa berulang apalagi dibeli tapi waktu ya sekarang ini, durasi suatu kejadian yang berlangsung.

Beberapa orang yang sangat sibuk terkadang sampai bingung bagaimana mengatur waktu. Sampai-sampai pengen punya jurus seribu bayangan atau malah membelah diri layaknya amoeba, hahaha.

Saya sendiri pernah bimbang dan bergelut bersama waktu. Ada fase dimana saya merasa dikejar oleh waktu dan tidak punya waktu. Saya benar-benar sibuk. Senin sampek sabtu sekolah sedangkan hari minggu saya latihan pramuka. Ini berlangsung selama 3 tahunan.

Kok bisa ya? Wkwk, sampai akhirnya saya beralih ke lingkungan lain. Bukannya sibuk berkurang lakok malah super sibuk sekaliiiiii. Sampai akhirnya rasa sibuk ini sedikit berkurang ketika saya menginjak semester 5 sampai sekarang (semester 7).

Bicara soal sibuk, memangnya apa sih sibuk itu?

Wikipedia bilang kalau sibuk itu banyak yang dikerjain, ruepotttt. Sibukk bgtt. Kalau menurut saya, sibuk itu ketika kita sudah waktu yang tersedia sudah dialokasikan ke kegiatan dan mencapai batas limit.

Setiap hari kita punya 24 jam yang bisa dialokasikan ke berbagai kegiatan, mulai bangun tidur sampai kita tidur lagi. Semua kegiatan itu berdasarkan keputusan yang kita ambil.

Saya pernah mendengar kalau “Sibuk itu tidak ada, adanya prioritas” dan menurut saya hal ini tepat. Sebenarnya bukan soal kita nggak ada waktu tetapi soal kita memprioritaskan atau memilih hal itu apa tidak. Hal ini pun menuntut kita untuk mengambil keputusan yang baik dari yang terbaik. Setiap hari kita menggambil keputusan

Trus apa hubungannya dengan “Sepurane, aku gak enek waktu” ?

Kalimat ini sering saya temui atau mungkin saya pernah mengucapkannya?

Sepurane atau maaf mengartikan kerendahan hati kalau tidak bisa melakukan sesuatu. Sedangkan, aku gak enek wektu sebenarnya “tidak memprioritaskan hal tersebut” bisa dibilang “tidak bisa”. Orang ini memilih waktunya dialokasikan ke kegiatan yang lain.

Setiap orang punya prioritas tersendiri dan apapun prioritasnya itu terserah mereka. Ya, prioritas A mungkin saja berbeda dengan B, atau malah C. Kita nggak bisa menyamakan prioritas gitu aja. Terkadang hal ini pun jadi permasalahan kalau kita tidak tahu latar belakang setiap orang.

Terakhir, mau bilang kalau waktu yang kita alami sekarang ini mau diisi dengan kegiatan apapun itu tergantung kita. Sadari dan putuskan apa yang mau kita lakukan berdasarkan diri kita sendiri.


2 komentar

  1. Yang pasti manfaatkan waktu sebaik mungkin, isi dengan kegiatan positif ya mbak, salken dari Palembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali.Salam kenal dari Magetan, Jawa Timur

      Delete