Dec 4, 2020

Ketika Adik Saya Memasak

Sebulan terakhir adik saya, Nur (kelas 3 MI) senang sekali masak-memasak terutama masak telur ceplok kesukaannya. Saya sendiri alhamdulillah karena tidak merepotkan saya lagi, adik saya sudah bisa sendiri. 

Sebenarnya semuanya berawal dari aktivitas saya dan adik saya yang sering membuat ketang goreng. Saat itulah saya membagi tugas dengan adik saya. Layaknya sebuah divisi, saya divisi masak dan bumbu sedangkan adik saya divisi nyuci piring dan mempersiapkan peralatan alias logistik. 

Senang sekali bisa mengajarkan adik saya kerjsama sejak dini. Dengan hal ini adik saya jadi terbiasa melakukan tugasnya meskipun dalam hal lain seperti menyiapkan buku untuk sekolah esok hari. 

Selain memasak telur ceplok ternyata adik saya juga terus bereksplorasi. Sekarang skillnya nambah, dia bisa memasak mie rebus, membuat kopi, membuat telur rebus dan menggoreng tempe. Wah, saya bangga sekali dengan adik saya. Setelah memasak biasanya saya langsung mencicipi dan memujinya. Ini sebuah apresiasi karena adik saya telah belajar banyak hal. 

Namun beberapa hari yang lalu adik saya gagal saat membuat telur rebus alias telurnya belum matang. Padahal beberapa hari sebelumnya dia selalu berhasil. Lantas dia bilang ke saya "Telurnya gak jadi og".

"Mungkin kurang lama", jawab saya. 

Salah satu pembelajaran juga buat adik saya kalau gagal adalah proses, meskipun sebelumnya berhasil namun gagal bisa datang kapan saja. Tapi yang paling penting adalah belajar dari kegagalan tersebut dan jangan takut mencoba hal baru. 




Share:

0 komentar:

Post a Comment