Jan 6, 2021

Kita Semua Butuh Tantangan

Foto oleh Ashley Batz di Unsplash


Empat bulan terakhir saya seperti orang yang bingung karena perkuliahan dan kepengurusan organisasi telah selesai. Job les privat saya juga libur sejenak setelah adanya PTS. Dengan demikian saya ya hanya di rumah saja. Hdehhh,

Saat itulah saya merasa kalau “saya mau apa ya”., kok kayak orang ling lung dan nggak tahu mau ngapain. Kemudian muncul pertanyaa besok mau ngapain dan ya apaaalagi setelah ini?

Gabut, tidak tahu mau ngapain, tidak terlintas apapun di pikiran, kosong, dan rasanya aneh gitu. Rasanya beda banget dengan saya yang dulu.

Beberapa tahun sebelumnya saya memang cukup aktif di berbagai organisasi. Hal inilah yang membuat saya terus berpacu dan mendapatkan tantangan baru. Kegiatan berorganisasi ini kurang lebih 5 tahun saya lakukan dengan beralih organisasi.

Benar-benar totalitas. Meskipun kadang capek,  pengen berhenti aja tapi akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas dan tahun kemarin sudah demisioner. Dengan demikian, amanah ini telah selesai.

Berkaitan dengan kuliah ya pasti saja ada tantangannya. Mulai membuat artikel, karya ilmiah, laporan yang kadang dikerjakan sampek begadang tapi itu tetap kita lakukan karena memang sebuah kewajiban.

Semua kemudian berubah dan saya merasa kalau diri saya jadi aneh. Lawong biasanya kuliah berlanjut rapat, malam kadang ya rapat, di rumah ngerjain proposal berlanjut mengerjakan tugas dan berlanjut lagi kuliah keesokan harinya.

Sibuk sekali ya, tapi dulu.

Dari semuaaaaaa cerita diatas maka saya tarik kesimpulan kalau pada dasarnya kita semua perlu yang namanya tantangan agar potensi yang ada pada diri kita itu bisa terasah dan muncul.

Misalkan, saat masuk organisasi secara sadar maupun tak sadar saya juga menantang diri saya untuk mencoba hal baru, menghadapi orang lain dengan latar belakang berbeda, melatih publik speaking saya yang kemudian juga sedikit-sedikit melahirkan kemampuan.

Saat kuliah pun begitu, begadang sampek malem nyari jurnal kemudian mengartikannya dan ini cukup menantang karena saya harus memahami isi jurnal tersebut kemudian menjelaskan kembali. Belum lagi deadline-nya hanya beberapa hari. Secara gak langsung juga melatih saya untuk memahami isi jurnal dan melatih cara cepat mengidentifikasi unsur-unsurnya.

Kita memang perlu tantangan, terus mencoba dan terus belajar. Apapun itu.

Setelah saya merasa aneh dan tahu kalau saya butuh tantangan akhirnya saya langsung membuat tantangan sekaligus resolusi saya di tahun 2021 ini. Btw, tidak akan saya tuliskan disini, hehe.

Adanya tantangan ini membuat saya terus semangat dan sedikit-sedikit menambah kemampuan saya. 

Share:

4 comments:

  1. Hai Latifa, baca postingannya bikin saya tertantang juga nulis tema Minggu ini. Salam kenal ya ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga kak. Terima kasih sudah mampir hehe

      Delete
  2. Rasanya memang aneh dan hampa yaa, setelah disibukan dengan berbagai kegiatan, terus kegiatan itu satu per satu mulai selesai. Akupun saat masih semester muda dulu (iya sekarang semesternya tua banget soalnya๐Ÿ˜†), agenda rasanya nggak ada habis-habisnya setiap minggu. Dari organisasi ke organisasi yang satunya lagi, ditambah tugas-tugas kuliah yang seabrek. Tapi anehnya juga, gak ada rasa capek sedikitpun. Dan karena itu, sebetulnya hari-hari terasa jadi lebih penuh.

    Aku setuju bahwa kita selalu membutuhkan amunisi dan tantangan untuk selalu bergerak. I mean, bumi aja terus berputar ya, masa kita mau berhenti dan nggak melakukan apa-apa๐Ÿ˜… Tapi ada kalanya juga dalam waktu sibuk itu, kita take our time untuk sekadar "bernapas", atau mengecek sudah sejauh mana yang kita lakukan, atau apa saja yg belum dikerjakan dan yang mesti dikembangkan. Kalau kata pepatah, alon alon klakon kali ya๐Ÿ˜‚ biar lambat asal selamat.

    Anyway, salam kenal mbak Latifa! Dan semangat dalam mewujudkan resolusi di tahun ininya ya๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat, setuju, sepuluhhh huaaaaaaa. Salam kenal kembali mbk awl. Makssih sudah mampir ๐Ÿ˜

      Delete