Feb 28, 2021

Berhenti Bilang Pelakor


sumber: pinterest

Seperti yang kamu ketahui kalau akhir-akhir ini berita dugaan perselingkuhan antara Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan ramai dimana-mana. Twitter trending, youtube trending dan rasanya seantero nusantara membahas mereka.  

Bisa ditebak, netizen dan fans Nissa pun banyak yang kaget dan tidak menyangka. Selain itu, banyak juga netizen yang geram, marah dan kemudian melabeli Nissa sebagai pelakor (perebut laki orang). 

Nah, istilah pelakor inilah yang membuat saya berpikir sejenak kemudian muncul pertanyaan. Mengapa menggunakan istilah pelakor dan seolah menyalahkan perempuan? 

Bukankah hubungan itu ada karena adanya keputusan untuk berhubungan? 

Pelakor (perebut laki orang) fokusnya  pada kata perebut yang diambil dari kata rebut dan berarti mengambil paksa milik orang lain (KBBI). 

Apa yang diambil? Laki-lakinya? Kok kayak barang saja tinggal ambil. 

Laki-laki juga manusia yang memiliki akal pikiran terutama dalam memutuskan selingkuh atau tidak. 

Jadi? 

Bukan soal merebut, tapi ya memang keputusan untuk berhubungan dengan orang lain. 

Akan tetapi jarang sekali laki-laki mendapat persepsi negatif. Kebanyakan malah perempuan yang seolah paling salah dan jahat. 

Hal ini juga didukung dengan lebih populernya kata "pelakor". Kalau laki-laki ya jarang sekali yang menyebut istilahnya. Ya nggak? 



Share:

4 comments:

  1. Mungkin karena pengaruh budaya patriarki yang kental sehingga ya...sad but true, muncullah istilah pelakor. But anyway, istilah pelakor itu sejarahnya gimana sih ya? Siapa ya yang pertama kali mencetuskan dan mempopulerkan istilah itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya kurang tahu kalau sejarah pelakor sendiri namun istilah pelakor kerap sy temui saat di sinetron. Mungkin ini juga salah satu media yg mempopulerkan istilah pelakor

      Delete
  2. Memang keduanya salah sih, tapi lebih sering menyalahkan si perempuan. Aku setuju nih sama pendapat mbak Latifa.

    ReplyDelete