Mar 3, 2021

IPK, Penyesalan dan Budakproker


Pinterest

Bolak-balik cek siakad kampus hanya ingin lihat nilai mata kuliah A, B, C yang kadang juga belum muncul. Hal semacam ini kerap saya lakukan saat semester awal (1 & 2) dan merasa bahagia banget jika nilai sesuai dengan target. Saya memang terbiasa memberikan target nilai setiap mata kuliah agar semangat belajar untuk mencapai target tersebut. Sayangnya hal ini juga menimbulkan dampak lain kekhawatiran saya apabila tidak sesuai dengan target. Saya juga waswas kalau IPK turun dan memengaruhi beasiswa saya. Ini dulu sampai akhirnya saya menemukan kembali apa yang mau saya lakukan.

Masa-masa kuliah ini hanya sekali dan saya tidak mau melewatkan apa saja yang ingin saya lakukan. Meskipun ada saja yang terlewatkan.

Saya ingat pernyataan Jack Ma, CEO Alibaba dalam World Economic Forum Annual Meeting,

"Aku berkata pada anakku, kamu tidak perlu masuk tiga besar di dalam kelas. Berada ditengah-tengah tidak masalah asal nilaimu tidak jelek. Hanya orang seperti ini yang punya waktu luang untuk belajar kemampuan lain"

Kutipan Jack Ma menjadi titik balik saya untuk tidak terlalu mendewakan IPK dan mulai mengasah kemampuan saya yang lain. Berdasarkan kutipan itu kita bisa tahu kalau nilai akademmik juga mesti diimbangi kemampuan yang kita miliki.

Saya tidak akan mengatakan IPK tidak penting karena ini bukan soal penting dan tidaknya tapi menurut saya ini soal kualitas diri.

Perjalanan saya pun dimulai dengan saya yang "tidak lagi" menargetkan nilai spesifik. Saya kemudian membuat patokan IPK sekian dan berusaha agar tidak turun dari patokan saya. Hal ini pun membuat kegiatan saya bisa dibilang stabil. Saya mengikuti kegiatan A, B, C dan belajar banyak dari situ.

Saya dulu juga sempat berkecil hati dengan IPK saya yang dibawah salah satu teman saya. Oh, lebih tepatnya insekyur tapi saya kemudian memahamkan diri saya kalau tiap manusia punya kelebihan dan kelemahan masing2.

Saya memilih untuk memiliki patokan IPK dan menjalani kegiatan saya memang keputusan saya sendiri. Saya tidak ingin menyesal tidak melakukan kegiatan yang saya sukai maupun kesempatan yang ada saat kuliah ini.

Di awal saya sudah mengatakan ada yang terlewat saat saya kuliah yaitu bergabung di UKM pers Mahasiswa. Sayang sekali saya tidak bergabung tapi anehnya saya kerap dikira anggota UKM ini setelah beberapa orang membaca blog saya.

"Lakukan hal yang kamu sukai, sebelum menyesal tidak melakukannya".

Saya merasakan nikmatnya masa kuliah di semester 3 dan 4 dimana saat itulah saya bergelut dengan tugas akademik, main ke luar pulau, bertemu banyak mahasiswa lain, berorganisasi, membuat event dan masih banyak lagi.

Banyak sekali pengalaman, cerita, kenangan yang membekas sampai hari ini. Apalagi sewaktu saya masih jadi budakproker. Saya benar-benar lelah tapi anehnya saya kok tidak berhenti. Tapi akhir 2020 lalu semua berubah. Saya tidak lagi jadi budakproker dan saya fokus ke resolusi saya di tahun 2021. Saat itulah saya merefleksikan kembali apa yang saya lakukan selama jadi budakproker ini. Tentunya akan saya tulis di postingan berikutnya.

Ada yang (pernah) jadi budakproker? Hehe~

Salam budakproker!!

Share:

0 komentar:

Post a Comment