Mar 12, 2021

Menelaah "Esok Dele, Sore Tempe"


Dreamstime

Terlintas begitu saja saya kepikiran soal peribahasa dari jawa ini. Mungkin kamu juga tidak asing lagi mendengarnya. 

Esok Dele, Sore Tempe

Bahasa Indonesianya "Pagi Kedelai, Sore Tempe".

Peribahasa ini kerap kali digunakan untuk ketika ada orang yang inkonsisten atau plin-plan terhadap keputusan atau hal yang dia sampaikan. Bahasa jawanya mencla and mencle alias mencla-mencle. 

Serupa dengan kedelai yang berubah menjadi tempe. Bukannya pagi kedelai dan sore juga kedelai tapi pagi kedelai, sorenya tempe. 

Namun, sisi lain peribahasa ini juga menunjukkan kalau perubahan itu membuat kita menjadi lebih berkualitas. Ya kan? 

Awalnya kedelai tapi setelah proses fermentasi kemudian berubah jadi tempe. Tempe kemudian di bumbui, digoreng dan dijadikan lauk pauk. Nyam, enak! 

Selain enak dimakan juga bisa dijual dan jadilah cuan. 

Peribahasa "Esok Dele, Sore Tempe" ternyata juga bisa kita gunakan dalam proses belajar. 

Jangan melulu jadi kedelai tapi kita harus mau berubah dan melalui serangkaian proses untuk menjadi tempe. 

Namun, terkadang kita takut mengubah keputusan atau pendapat kita karena nanti dikira tidak konsisten. Tapi bukankah dunia ini terus berubah? 

Keputusan kita hari ini mungkin saja berbeda dengan keputusan beberapa bulan kemudian seiring berkembangnya wawasan dan pengetahuan kita.

Misalnya sebuah pesan malam itu, "Maaf, sekarang aku fokus skripsi. HEHE"



Share:

0 komentar:

Post a Comment