Apr 4, 2021

Avatar, Stoicsm, Yin dan Yang


Alex on Unsplash


Konsep Yin dan Yang ini mengartikan bahwa dalam hidup ini banyak hal yang berkebalikan namun sebenarnya utuh. Beda tapi saling melengkapi. Hitam dan putih. Siang dan malam. Air dan api. Suka dan duka. Sedih dan bahagia.

Bagaimana?

Menarik bukan?

Saya ternyata sudah mengetahui lambang Yin dan Yang semenjak kecil dalam Anime Avatar: The Legend of Aang episode Putri Bulan. Namun saya tidak begitu paham maksudnya. Akhirnya saya kembali mengulik hal ini setelah mas Adji Santosoputro membahasnya di Twitter. Beliau menyatakan kalau setiap “wah” selalu ada “woh”, persis seperti konsep Yin dan Yang.

Yin dan Yang dilambangkan dengan bulatan hitam dan putih yang merepresentasikan bahwa hitam adalah gelap dan putih dalah terang. Hal ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan akan selalu ada sisi hitam atau putih yang ternyata tidak dapat dipisahkan.

Sama seperti sebuah pencapaian atau apapun itu, selalu memiliki dua sisi. Sayangnya banyak yang kurang menyadarinya. 

Hari ini mungkin kita melihat teman kita begitu populer dan menjadi leader di berbagai organisasi. Ini merupakan “wah” dari teman kita, sedangkan “woh” yaitu tekanan yang dia alami, tanggungjawab yang besar dan bagaimana dia bisa mengelola dirinya sendiri.

Ternyata Anime Avatar juga mengajarkan hal ini. Avatar memiliki kemampuan untuk mengendalikan berbagai elemen seperti udara, api, air dan bumi. Belum lagi seorang Avatar juga dikenal oleh banyak orang. Tentunya ini menjadi kelebihan tersendiri bagi seorang Avatar. Ini adalah sebuah “wah”, tapi sisi lainnya dia harus belajar semua elemen tersebut, melawan Raja Api, melakukan perjalanan yang panjang bahkan mengancam nyawanya serta menyelamatkan dunia. Inilah bagian “woh”.

Contoh lagi?

Saya contohkan diri saya sendiri. Saya adalah penerima beasiswa dan tentu saja saya bersyukur atas hal tersebut. Ini adalah “wah” dari diri saya. Sisi lain alias “woh” saya harus mempertanggungjawabkan beasiswa tersebut, saya harus lulus tepat waktu dan saya juga harus mempertahankan IPK saya. Belum lagi saya harus bergulat dengan kegiatan lain”.

Belajar filosofi ini membuat saya paham kalau tidak ada yang 100% positif  atau sebaliknya. Tergantung kita lihat dari sisi mana. Saya juga bisa belajar mengenai keseimbangan dan ketenangan.

Selain Yin dan Yang, saya juga suka dengan filosofi Stoicsm dimana setiap kejadian itu netral. Kita juga hanya bisa mengontrol diri kita sendiri dan respon apa yang kita berikan. Kita tidak bisa mengontrol di luar diri kita.

Saya jadi inget nasihat Alm. Didi Kempot dalam film Sobat Ambyar.

Kesedihan kamu, mau kamu pakai atau kamu lepaskan itu terserah kamu.

Nah, dari sini kita bisa melihat kalau kita memandang sebuah peristiwa yang menyedihkan itu hal yang netral. Respon kita itu ada pada kendali kita mau sedih atau nggak.

 

Share:

0 komentar:

Post a Comment