May 22, 2021

Biasakan "to the point" Gitu Lho

Twitter
"Kak"

"Hai"

"Halo"

"P"

Saya sering kali mendapat pesan hanya sapaan seperti itu. Halo, hai, salam atau manggil nama saya. Ya apa susahnya kalau langsung menyampaikan maksud dan tujuan gitu. Intinya mau apa atau tanya apa. Bukannya malah lebih cepet menyampaikan pesannya ?

Contohnya begini.

"Halo, aku Ayu mau nanya besok tugas mata kuliah XXX dikumpulkan gak ya?"

Ini kan jelas daripada begini.

"Hai"

(1 jam kemudian)

"Iya?"

(2 jam kemudian)

"Aku gak ganggu kan?"

*?+$*@=@6$*$*$*

Kelamaan kan ya. Tapi hal semacam ini masih banyak banget. Bertele-tele. Bukannya langsung menyampaikan tujuannya malah masih aja basa-basi tiada ujungnya.

Beberapa bilang, alasan hanya ngirim pesan sedikit kayak say halo dan manggil nama gitu karena takut ngeganggu. Tapi hal ini malah justru menggangu karena pesan yang dikirim tidak utuh, kepisah-pisah.

Nah, yang nungguin pesan ini kadang ngerasa dighosting gitu. Kzl bgt. Belum lagi kalau rentetan pesan itu dibalesin satu-satu. Kebayangkan gimana capeknya balesin dan nungguin pesan itu?

Duh, intinya ya ayolah kalau mengirimkan pesan itu yang jelas dan bertujuan. Terutama kalau belum kenal atau belum akrab. Kalo udah akrab ya beda cerita, hehe.

Oiya, kalau kalian sendiri gimana? Kesel gak kalau ada pesan yang bertele-tele begitu?


Share:

8 comments:

  1. Salam kenal kak latifa
    kalau saya tipe yang santai saja
    mau basa-basi panjang lebar dijabanin
    mau to the poin hayu-hayu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, salam kenal kembali kak. Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  2. heheeh aku sering dapet pesan yang cuman dipanggil nama dulu
    terusss ehhh ga ada lanjutannya, ini gimana apa mungkin mau ngetes kali. Ya akhirnya aku cuekin juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, dighosting itu kak.


      Btw, salam kenal

      Delete
  3. Kok sama sih kayak aku, gak suka sama pesan yg bertele-tele gitu. Kadang kalo lagi gak mood, malah gak aku bales (jgn ditiru ya) hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, sama kok kak. Saya juga gitu (kadang)

      Delete
  4. Haha setuju mbak latifa, chat yang kayak gitu mungkin cuman berlaku bagi abg2 smp yg masih labil, kalau kayak kita ini yang sudah tua *eh,, dewasa maksudnya,, agak risih jika terlalu banyak basa basi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kali ya, karena kelamaan aja kalau nggak to the point wkwk

      Delete