Jun 1, 2021

Digital Minimalism Versi Saya

Photo by Shiwa ID on Unsplash

Sudah satu bulan lebih saya menghapus aplikasi Instagram dari handphone saya. Selain untuk mengurangi penggunaan IG, saya juga ingin mencoba menerapkan digital minimalism, sebuah konsep menggunakan teknologi digital seminimal mungkin.

Ketika membicarakan minimalis yang kita bayangkan seringkali barang-barang sebutuhnya, pakaian polos dan sederhana serta tidak mengoleksi barang yang tidak penting.

Hal tersebut dalam konteks barang sehari-hari kita tapi dalam konteks digital lebih ke penggunaan aplikasi atau teknologi seperti smartphone.

Digital Minimalism pertama kali saya ketahui dari channel Youtube Greatmind yang digagas oleh Marissa Anita dengan topik yang menurut saya menarik terutama mengenai kehidupan (mindfulness, social life dan masih banyak lagi). Kamu bisa lihat channel youtube-nya atau ke website greatmind.id.

Menurut Cal Newport, digital minimalism adalah filosofi penggunaan teknologi dimana individu menggunakan waktu waktu online-nya hanya pada beberapa aktivitas yang telah dipilih dengan cermat dan membawa manfaat untuk dirinya.

Intinya, seseorang itu online karena seminimal mungkin dan menggunakan waktu online tersebut untuk hal yang bermanfaat. Begitu,

Nah, saya sendiri tertarik mencoba digital minimalism ini dengan versi saya sendiri. Berikut ini yang saya lakukan.

Identifikasi Aplikasi

Pertama, hal inilah yang saya lakukan. Saya mulai dengan menanyakan ke diri saya sendiri. Aplikasi apa yang saya butuhkan dan yang tidak saya butuhkan? Saya tulis kemudian saya hapus aplikasi tidak saya butuhkan.

Untuk mencobanya saya beri waktu sekitar satu minggu tanpa aplikasi tersebut. Kalau tidak masalah ya dilanjutkan, bukan menginstalnya lagi.

Hapus Aplikasi, Bukan Akun

Saat ini tidak memiliki aplikasi Instagram dan Twitter tapi saya masih bisa mengaksesnya. Hanya saja saya lebih sering menggunakan Twitter. Saya mengakses via browser (chrome) agar saya malas untuk mengakses karena loadingnya biasanya lama dan tak senyaman di aplikasi, hehe. Sebenarnya ini trik sih supaya gak lama-lama scroll twitter.

Oiya, kalau langsung hapus akun rasanya masih ‘sayang’ gitu ya. Apalagi di setiap akun sosial media biasanya sudah berteman dengan sahabat-sahabat masa kecil, mulai SD sampai kuliah jadi kalau menurut saya cukup pindah akses browser saja sih.

Mengurangi Notifikasi

Banyak sekali notifikasi yang saya nonaktifkan, mulai grup WA (yang pasif), email dan aplikasi lain. Notifikasi ini buat saya sangat mengganggu apalagi waktu ngerjain tugas. Rasanya pengen cepet-cepet balas padahal ya nggak sekarang juga balasnya. Oleh sebab itulah saya mematikan notifikasi dan memilih silent mode.

Ketiga hal inilah yang sudah saya terapkan dalam digital minimalism. Saya merasa lebih fokus dan memori di handphone saya juga aman. Oiya, untuk mengisi kebosanan kalau tidak bermain handphone bisa diganti dengan menekuni hobi kita. Mulai menulis, membaca, bersepeda atau apa saja yang tidak berkaitan dengan teknologi. Bagaimana? tertarik mencoba?

#BelajarApaHariIni


Share:

8 comments:

  1. digital minimalism yang aku lakukan udah dari beberapa bulan lalu tapi kayak menghapus aplikasi yang nggak penting alias yang suka bikin boros hahaha, kayak belanjaan gitu. Selain karena emang jarang dibuka dan menuhin memori hape, jadi aku pilih hapus aja dan ternyata fine fine aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama kak, saya juga hapus aplikasi belanja online dan trnyta ya fine2 aja. Hehe

      Delete
  2. Hai, salam kenal kak.

    Beberapa yang lalu, saya juga kena "penyakit" FOMO memegang gadget. Rasanya tidak bisa lepas. Tapi karena sudah dipaksa untuk menyusun ulang to-do-list dan beraktivitas dengan tidak menggunakan handphone, membuat "penyakit" tersebut perlahan hilang.

    Terima kasih sudah membuat artikel ini, bisa membuat saya menjadi lebih tau cara "menyembuhkan penyakit" ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kak.
      Saya pun sama, juga kena FOMO ini karena akses internet yang mudah dan banyaknya informasi. Agak berkurang setelah menerapkan digital minimalism ini, hehe

      Delete
  3. Untuk aplikasi media sosial, saat ini hanya ada Instagram di ponsel saya. Karena memang fiturnya lebih kaya dan bisa digunakan untuk posting di Facebook sekalian.

    Sedangkan Facebook & Twitter, so far menggunakan browser sudah lebih dari cukup buat saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, di IG bisa share postingan yang sama ke berbagai sosmed.

      Kalau saya sudah berhenti main FB dan sekarang lebih sering ke Twitter. Banyak banget konten yg menarik di twitter ternyata, hehe.

      Delete
  4. Hal ini bermanfaat banget sih, mengingat handphone saya juga tidak bisa install aplikasi banyak-banyak. Karena saat ingin install aplikasi A, harus hapus aplikasi B terlebih dahulu. Apalagi instagram khususnya memakan banyak memori sekali.

    Dan sepertinya instagram dan twitter melihat saya tidak pernah online, akhirnya mereka meluncurkan versi litenya dengan harapan saya mau menginstallnya. Tetapi saya tahan...tahan...tahan... akhirnya saya install twitter saja untuk bacotin keluh kesah saya di akun twitter yang saya miliki dengan jumlah followers yang tidak seberapa.

    Sisanya sama hanya dari browser saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya jadi ingat handphone lama saya. Dulu juga harus hapus aplikasi A kalau mau download B. Saya pengen banget download aplikasi A, B, C kayak temen2 tapi hp tidak mendukung.

      Sekarang, giliran hp saya mendukung buat download aplikasi A,B, C malah saya tidak lagi menginginkannya. Saya jadi kurang fokus dan kebanjiran informasi. Alhasil ya menerapkan digital minimalism ini.

      Delete